Minahasa, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar NadhatulĀ Ulama Hasyim Muzadi mengajak semuaĀ umat beragama di Indonesia bertekad menjaga kesatuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila.
"Pancasila akan selamat kalau umat beragama tidak ingin membuat negara agama, "kata Muzadi saat berbicaraĀ pada Pra Sidang Gereja Sedunia Wilayah Asia, Rabu di Leilem, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
<>Dia mengatakan, semenjakĀ proklamasi kemerdekaan Indonesia, tokoh-tokoh umat Islam telah merelakan negara ini berdasarkan Pancasila, makaĀ jangan diubah-ubah demiĀ keselamatan umat Islam dan umat beragama.
Pelaksanaan ajaran agama diserahkan kepada umat masing-masing, tidak diserahkan kepada negara, karena negara milik bersama bukan milik salah satu pihak.
NU selalu ingin agar negara IndonesiaĀ melindungi semua agama, dan masing-masing agama menjalankan agamanya di masyarakat dengan moderasi dan toleransi. Moderasi adalah kita teguh memegang agama kita, tetapi kita teguh juga untuk melakukan toleransi terhadapĀ agama yang lain.
NUĀ dengan tokoh-tokoh agama, tokoh intelektual dan tokoh nasional bersama-sama mendirikan gerakan moral nasional, yang juga menyerukan kepada dunia agar menghentikan kekerasan, baik itu kekerasan kelompok maupun kekerasan sebuah negara kepada negara lain.
Kekerasan dan teror hendaknya diselesaikan secara hukum,Ā tidak diselesaikan dengan teror lain, karena teror yang menyelesaikan teror akan melahirkan teror baru tidak berkesudahan.Ā Ā Ā
Dia bagian lain, Hasyim Muzadi mengatakan, baru beberapa tahun terakhir iniĀ terjadi kekerasan-kekerasan mengatasnamakan agama, padahal itu bukan agama, tetapiĀ merupakan kejahatan yang menggunakan agama dan mengadu domba umat beragama. Melihat kekerasan baru ditahun-tahun belakanganĀ ini, berarti itu bukan sifat asal dari bangsa Indonesia.
Ada sesuatu yang baru datang ke Indonesia, kemudianĀ mengacak-acak persaudaraan umat beragama, untuk itu marilah kita bersatu padu untuk melawan kekerasan yang merusak agama-agama kita, ajak Muzadi.
Dikatakan, kita juga menaruh hormat kepada KepolisianĀ Republik IndonesiaĀ yang telah membongkar sedikit demi sedikit jaringan kekerasan yang menggunakan agama. Pembicara lain dalamĀ pra sidang tersebut dengan topik membangun masyarakat damai untuk semua orang, antra lain Aruna Guanadason dari India yang dipanduĀ Dr S Nababan.(ant/mkf)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua