PBNU Anggap Penting Kunjungan Hillary ke Indonesia
NU Online Ā· Rabu, 18 Februari 2009 | 11:11 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menganggap penting kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton ke Indonesia, utamanya dalam konteks Islam.
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan hal itu di sela-sela Lokakarya Nasional Fikih Minoritas bertajuk Moderasi Komunitas Muslim dalam Konteks Integrasi Nasional di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (18/2)<>
Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu berharap agar Hillary dapat memandang Islam secara obyektif. "Tentu kita berharap Hillary melihat Islam secara obyektif," katanya.
Dikatakannya, Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam telah menunjukkan model kerukunan lintas agama yang bisa dijadikan model untuk negara-negara multiagama lainnya, seperti AS.
"Tapi, masalah itu tergantung sikap AS pada negara-negara yang berpenduduk Islam. Jangan kaitkan Islam dengan ekstrimitas karena ekstrimitas itu juga ada di agama-agama lain," terang Presiden World Conference on Religion for Peace tersebut.
Hasyim mengakui ada kekerasan yang dilatarbelakangi pemahaman ajaran agama yang tidak tepat, tapi ada juga yang bersifat reaksi atas kebijakan Barat, terutama AS, terhadap negara-negara berpenduduk Islam.
Jika negara Barat mau mengubah kebijakannya yang tidak adil pada dunia Islam, kata Hasyim, bisa dipastikan aksi-aksi kekerasan atau teror "reaktif" akan berhenti.
Ditanya apakah di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama akan ada perubahan sikap atau kebijakan AS terhadap dunia Islam, Hasyim mengaku tidak bisa memastikan. "Tapi, jelas harapan perubahan itu lebih bisa ditumpukan pada Obama daripada Bush (George W. Bush) yang agresif," katanya. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
Terkini
Lihat Semua