Pemerintah Harus Hentikan Film “Fitna” Sebelum Umat Islam Marah
NU Online · Selasa, 1 April 2008 | 23:23 WIB
Pemerintah yang merupakan pihak paling berwenang harus segera menghentikan peredaran film “Fitna” sebelum umat Islam benar-benar marah. Pasalnya, film karya Anggota Parlemen Belanda Geert Wilders itu cukup jelas bermaksud menghina Islam.
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda di Kantor Pengurus Besar NU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (1/4) kemarin.<>
Menurut dia, pemutaran film itu justru bisa memunculkan kebencian terhadap Islam dan memancing kemarahan yang lebih luas. "Jika dibiarkan, orang Islam bisa marah. Dan, kemarahan itu bisa terjadi di mana-mana," ujarnya.
Ia berpendapat, dibuatnya film yang disebut-sebut anti-Al-Quran itu telah jelas melanggar prinsip kebebasan, terutama kebebasan beragama, meski Geert berdalih bahwa film besutannya berdasarkan kebebasan berekspresi.
”Setiap kebebasan ada batasnya. Kebebasan berekspresi dan berpendapat adalah satu kategori hak asasi manusia yang utama. Tapi, kebebasan itu ada batasnya," ungkap Kiai Nuril, begitu panggilan akrabnya.
Ia menambahkan, di balik kebebasan, masih ada hak orang lain untuk dilindungi. Dalam konteks film ”Fitna”, ada hak dan kepentingan umat Islam yang harus dilindungi.
Selain itu, lanjutnya, film itu dapat mengganggu upaya membangun sikap saling menghargai dan menghormati antar-umat beragama. "Tidak boleh mendeskreditkan Islam, agama dan kepercayaan lain melalui bentuk apa pun," pungkasnya.
Meski demikian, ia mengimbau kepada pihak-pihak yang tak sejalan agar menyikapi hal itu dengan bijak dan tidak menggunakan kekerasan. "Mari kita sikapi dengan cerdas. Film itu jangan sampai kita respon melalui cara yang destruktif," katanya. (rif/amh)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
Terkini
Lihat Semua