PKB Kampanye Janji Utamakan Pembangunan di Pedesaan
NU Online · Sabtu, 21 Maret 2009 | 13:09 WIB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam kampanyenya, berjanji akan mengutamakan pembangunan di daerah pedesaan. Alasannya, selama ini, terutama saat pemerintahan Orde Baru, pembangunan hanya dilakukan di perkotaan.
Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar dalam pidato kampanyenya di hadapan sekira seribu massa pendukung partai itu, di Lapangan Gambarsari, Pegaden, Subang, Jawa Barat, Sabtu (21/3).<>
Dijelaskan Muhaimin, 35 juta rakyat Indonesia hidup di pedesaan. Sebagian besar dari mereka adalah rakyat miskin. Tak hanya itu. Kebutuhan pangan nasional juga datang dari pedesaan. “Jadi, desa-desa itu menyuplai beras dan bahan pangan lainnya. Berjasa besar, tapi nasib mereka tidak baik,” pungkasnya.
Salah satu strategi PKB untuk mengatasi 35 juta rakyat miskin di pedesaan itu adalah pemberdayaan petani sekaligus mengurangi impor. “Ke depan, hasil pertanian lokal harus digenjot. Dengan begitu, kita bisa mengurangi impor atau tidak impor sama sekali. Sebab, alam kita sangat melimpah,” terangnya.
Peningkatan taraf hidup sebagian besar masyarakat pedesaan itu memang bukan perkara mudah. Namun, jika ada kemauan dan tekat yang kuat, semua pasti akan terjadi. PKB, kata Muhaimin, akan mengupayakan menganggarkan 20 persen dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara khusus untuk pembangunan pedesaan.
“APBN kita itu Rp 1.000 triliun. Setidaknya, 20 persennya harus bisa dianggarkan khusus untuk pembangunan pedesaan. Kalau tidak begitu, kita akan terus mengimpor beras dari luar negeri dan nasib petani kita tidak akan pernah berubah,” papar Cak Imin—demikian ia lebih akrab disapa. (rif)
Terpopuler
1
Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong
2
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan
3
Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadhan
4
6 Puasa yang Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Sya'ban
5
Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir
6
Khutbah Jumat: Waspada terhadap Istidraj, Hidup terasa Mudah tapi Hati Semakin Jauh
Terkini
Lihat Semua