Kaukus Muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Perubahan siap mengusung pasangan Sultan Hamengkubuwono X-Muhaimin Iskandar sebagai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres). Pasangan berjuluk Poros Bumi itu diumumkan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3).
Namun, Sultan yang juga āRajaā Yogyakarta dan Muhaimin yang merupakan Ketua Umum DPP PKB, tak hadir dalam kesempatan itu.<>
Ketua Kaukus Muda PKB untuk Perubahan, Helmy Faishal Zaini, mengatakan, Poros Bumi dibentuk sebagai jawaban atas desakan sebagian besar kader dan 15 Dewan Pengurus Wilayah PKB se-Indonesia.
"Poros Bumi ini adalah jawaban kerinduan masyarakat terhadap pemimpin baru," ujarnya kepada wartawan.
Meski sudah dideklarasikan, Hilmy mengakui bahwa pihaknya belum bertemu langsung dengan Sultan. "Selama ini baru sebatas kontak-kontak saja, belum teknis operasional. Untuk skala pertemuan, belum ada,'' terang Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB itu.
Ia membantah dugaan bahwa Poros Bumi itu hanya sebagai strategi untuk meningkatkan perolehan suara PKB pada Pemilu 2009. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan partai pemenang pemilu juga tidak memenangkan pilpres. "Ini murni aspirasi yang muncul dari kami," tandasnya.
Partai berbasis warga Nahdlatul Ulama itu menargetkan perolehan suara 20 persen, dengan batas minimum 11 persen suara. Kekurangannya, menurut Hilmy, diharapkan dapat tertutupi dari partai-partai pendukung Sultan.
Dijelaskan Hilmy, alasan lain dibentuknya Poros Bumi adalah menampilkan capres dan cawapres alternatif. Pasalnya, melihat perkembangan situasi politik terkini, masih saja dipenuhi āwajah-wajahā lama. Di antaranya, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla dan lain-lain.
āCalon-calon presiden yang sekarang bermunculan, tidak menampilkan wajah-wajah baru sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan bangsa di masa depan,ā ungkap Hilmy yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
Terkini
Lihat Semua