Jayapura, NU Online
Bentrokan berdarah antara para demonstran dan satuan TNI/Polri di Abepura Kamis (16/03) lalu, kembali menelan korban meninggal dunia, yaitu satu anggota polisi akibat menderita luka yang serius.
Hingga kini, jumlah korban meninggal akibat bentrokan itu mencapai 6 orang; empat anggota Brimob, satu anggota TNI dan satu lagi warga sipil, yang meninggal di rumah sakit sehari berikutnya.
Adapun korban anggota polisi yang meninggal itu bernama Brigadir Dua Eko, yang meninggal di rumah sakit Abepura pukul 7:30 malam waktu setempat. “Dia adalah korban kelima dari anggota satuan keamanan akibat insiden berdarah kemarin,” ungkap juru bicara Polda Papua, Kombes Kartono Wangsadisastra.
Demonstrasi yang terjadi di dekat Universitas Cendrawasih (Uncen) itu dilakukan sebagai upaya untuk memprotes perusahaan minyak Amerika yang berlokasi di Papua.
sejak itu, banyak tempat sekolah di Abepura dan Jayapura untuk sementara meliburkan anak-didiknya menyusul rumor akan adanya demonstrasi yang lebih besar pada Rabu (22/03) hari ini.
“Kami mengizinkan mereka (para siswa) untuk sementara tinggal di rumah karena adanya rumor mengenai demonstrasi besar-besaran hari ini (Rabu, 22/03),” ujar seorang guru SLTP Negeri I Jayapura.
Sejauh ini, polisi telah mendapatkan 14 nama tersangka dalam insiden tersebut.
Bentrokan Kamis lalu terjadi setelah serangkaian aksi demo di Papua yang juga menolak keberadaan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc yang berpusat di New Orleans, Amerika Serikat.
Freeport yang merupakan pembayar pajak terbesar negara untuk sementara ditutup sejak sebulan lalu. (jp/dar)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua