Tidak ada Tanda Kepangkatan dalam Ibadah Haji
NU Online · Sabtu, 23 Oktober 2010 | 08:31 WIB
Para jamaah haji diharapkan dapat memantapkan niat untuk beribadah selama berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Niat ibadah yang telah sejak lama ditanamkan dalam jiwa hendaknya tidak dikotori oleh emosi diri dan keangkuhan.
Demikian selalu diingatkan oleh Maraposan Rambe (MBR), Ketua Kloter Mess 04 Medan, asal kabupaten Labuan Batu Sumatera Utara, kepada para jamaah haji yang dipimpinnya. Menurut MBR Tanda kepangkatan dan jabatan juga tidak perlu ditonjolkan selama menjalankan ibadah haji.
/>
"Saya selalu mengingatkan kepada para jamaah, agar tidak bertindak mentang-mentang. Orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji tidak mengenal tanda kepangkatan dan kekayaan, semuanya sama di hadapan Allah," tutur MBR kepada NU Online di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Sabtu (23/10).
Menurut MBR, jamaah haji mestinya tidak saling menyombongkan diri dan hanya bisa komplain saja. Karena hal itu akan mengurangi keutamaan ibadah seseorang.
"Jadi jangan mentang-mentang dia orang kaya raya di Tanah Air atau orang berpangkat, lalu bisa seenaknya komplain atas kekurangan dan berbagai kendala yang muncul selama perjalanan ibadah. Karena semua jamaah haji akan diperlakukan sama oleh para petugas," tandas pria yang memiliki suara lantang ini. (min/Laporan langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua