Al-Muhajirin Purwakarta Sosialisasikan Metode Mufham
NU Online · Sabtu, 31 Oktober 2020 | 11:00 WIB
Purwakarta, NU Online
Al-Muhajirin merupakan pondok pesantren yang menerapkan kajian kitab kuning dalam kurikulumnya sebagai salah satu sumber keilmuan. Saat ini, Al- Muhajirin telah berhasil mengembangkan metode mufham alias mudah dan faham atau dalam Bahasa Arab memiliki arti memahamkan. Metode Pembelajaran Kitab tersebut akan diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Purwakarta.
Ketua Yayasan Al-Muhajirin Ifa Faizah Rohmah mengatakan, sesuai maknanya, metode mufham diharapkan dapat memberi kemudahan bagi para santri dalam memahami dan mempelajari kitab-kitab kuning seperti Safinah dan Tijan.
"Sekurangnya ada lima alasan mengapa kita harus mengkaji kitab kuning. Pertama adalah kepakaran dari penulisnya, yaitu setiap penulis kitab kuning adalah ulama yang karya tulisannya diakui dan diterima di dunia Islam," kata Ifa usai peluncuran metode mufham di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Baing Yusuf, Kamis (29/10).
Kedua, sambungnya, sanad keilmuannya sampai kepada Rasulullah SAW. "Ketiga, dengan menggunakan ilmu yang dalam Islam adalah bahasa Arab. Pasalnya, syarat mutlak dalam mempelajari kitab kuning adalah penguasaan bahasa Arab. Serta bahasa Arab merupakan bahasa komunikasi dunia," ujarnya.
Adapun keempat, menurut Ifa, yakni kitab kuning adalah standar pembelajaran internasional yang digunakan di seluruh dunia. "Dan kelima, adalah adanya berkah dari para ulama yang melekat pada kitab-kitab kuning," tambah Ifa.
Dengan metode mufham, lanjutnya, baik Safinah maupun Tijan dapat dipahamkan lagi dari satu santri ke santri lainnya. "Metode ini tidak hanya memudahkan bagi santri pesantren dalam mengakses kitab kuning saja namun juga bagi siswa-siswa yang tidak mesantren," ucapnya.
Ketua Dewan Penjaminan Mutu Pendidikan (DPMP) Al-Muhajirin H Cece Nurhikmah mengatakan, dengan hadirnya metode Mufham diharapkan menjadi salah satu solusi yang tepat dimana seorang guru kitab dipastikan bisa membaca kitab yang diajarkan, namun persoalannya kadang terkendala pada didaktik metodik mengajar. Maka dengan kehadiran metode Mufham ini akan membantu guru dalam mengajar sehingga anak bisa faham terhadap apa yang diajarkan.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika menyambut baik metode mufham yang dikembangkan Al-Muhajirin, sehingga memudahkan santri dan siswa dalam mempelajari kitab kuning. "Pemahaman kitab kuning seperti Safinah dan Tijan dapat membentuk karakter siswa berakhlak mulia," kata Ambu Anne.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H Purwanto mengatakan metode mufham sejalan dengan program yang telah dikembangkan Dinas Pendidikan sejak 2016 lalu.
"Yakni, mengajak siswa-siswa sekolah untuk dapat mempelajari dan memahami kitab kuning," ucap Purwanto.
Kontributor: Wahyudi Hosen
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua