Bupati Dukung Gerakan Ayo Berkurban LAZISNU Sumenep
NU Online · Sabtu, 20 Juli 2019 | 21:00 WIB
Sumenep, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep, Jawa Timur meluncurkan Gerakan Ayo Berkurban. Program ini disambut baik oleh bupati setempat.
“Saya mengapresiasi ikhtiar salah satu program LAZISNU Sumenep sebagai penerima atau penghimpun hewan dan penyalur kurban. Mari kita dukung bersama secara masif gerakan Ayo Berkurban di Kabupaten Sumenep,” kata KH A Busyro Karim, Sabtu (20/7).
Bupati Sumenep mendukung program tersebut karena LAZISNU memiliki jaringan luas yang mampu menyalurkan hewan kurban hingga ke kecamatan dan desa.
Dengan jaringan yang dimiliki, maka bupati mengajak berbagai kalangan tidak ragu mempercayakan kurban kepada LAZISNU.
“Masyarakat tidak perlu ragu menyerahkan hewan kurban ke LAZISNU untuk disalurkan, karena dalam membagikan daging kurban mengarah kepada masyarakat kurang mampu atau fakir miskin di kecamatan-kecamatan,” tutur bupati dua periode ini.
Bahkan bupati berharap agar gerakan berkurban tidak dilakukan pada tahun ini saja, namun terus berlanjut untuk tahun-tahun selanjutnya. “Sehingga masyarakat Muslim yang ingin berkurban terus meningkat setiap tahunnya,” pintanya.
Sementara Ketua PC LAZISNU Sumenep, Abd Hadi menambahkan, mekanisme penyaluran kurban melalui kupon yang penyebarannya untuk masyarakat penerima di sekitar Kantor PCNU Sumenep yakni Kecamatan Batuan dan mendistribusikannya ke kecamatan lain.
“Masyarakat yang ingin menyerahkan hewan kurban ke LAZISNU baik itu berupa hewan dan uang bisa langsung ke kantor PCNU Sumenep atau melalui rekening,” kata Hadi.
Sedangkan untuk patokan harga hewan kurban untuk satu ekor kambing antara 1,5 juta hingga 2 juta rupiah. “Sedangkan harga sapi sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta,” jelasnya.
Peluncuran gerakan berkurban ini berlangsung di Kantor PCNU Sumenep. Pada saat bersamaan juga diselenggarakan bedah buku Fiqih Qurban dan Aqiqah dengan menghadirkan KH Ma’ruf Khozin selaku penulis. (Ibnu Nawawi)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua