Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten
NU Online · Ahad, 23 Oktober 2016 | 06:04 WIB
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang mengadakan upacara bendera sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri. Mereka juga mempertunjukkan atrasi debus Banten, Sabtu (22/10).
inspektur upacara yang juga Katib Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Tangerang KH Arif Hidayat mengingatkan tentang pentingnya Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945. Sebab, perang 10 November mengusir NICA dan sekutu adalah hasil perjuangan para santri dan ulama.
Para santri di zaman Hadratussyekh rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa ini. Maka sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai generasi pesantren mempertahankan sejarah yang sudah ditorehkan bangsa ini.
"Mahasiswa NU wajib menjadi garda terdepan mengawal Pancasila dan NKRI harga mati". Ujarnya.
Muhayar, pembina debus STISNU Nusantara menjelaskan kenapa hari santri ini diadakan debus? Tujuannya kami mahasiswa Nahdlatul Ulama tidak pernah gentar menyuarakan Indonesia bebas Khilafah Islamiyah dan radikalisme.
"Mahasiswa-mahasiswi STISNU sudah siap lahir bathin melawan radikalisme. Indonesia bebas ideologi radikal," ujarnya.
Wakil Ketua STISNU H Muhamad Qustulani menambahkan bahwa kami berharap pemerintah harus peka dan harus memperhatikan para santri. Tidak cukup dengan penetapan hari santri nasional.
"Semangat kaum sarungan harus diapresiasi dengan program pemerintah pusat atau daerah yang mendukung dan meningkatkan sumberdaya para santri. Seperti bantuan operasional santri, tunjangan untuk guru para santri, beasiswa santri dalam keluar negeri, dan lain lain" kata Qustulani.
Hadir dalam kegiatan ini Dr Bahruddin, Nurullah, Ibnu Jandi LSM Lentera, Dasep Sediana, dan dosen-dosen serta seluruh mahasiswa. Acara apel juga diikutii oleh Banser NU Kota Tangerang. (Red Alhafiz K)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua