Dari hasil riset yang dilakukan Seknas Gusdurian bersama INFID, diperoleh hasil yang cukup optimistis untuk masa depan anak muda Indonesia. Hasil penelitian tersebut adalah mayoritas anak muda bersikap menolak terhadap tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama.
“Mayoritas anak muda tidak menyukai tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama meski ada kecenderungan penurunan toleransi di kalangan anak muda,” papar Manajer Advokasi INFID Beka Ulung Hapsara pada diskusi publik ‘Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Orang Muda dan Pemetaan Internet – Social Media, Tentang Radikalisme dan Ekstrimisme di Indonesia’ yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Solo, Kamis (15/12).
Lebih lanjut dipaparkan Beka, bahwa nilai-nilai kebinnekaan masih menjadi faktor utama yang membuat anak muda bangga akan Indonesia dan pemersatu generasi muda.
Sementara itu, perwakilan dari Seknas Gusdurian Tata Khoiriyah, menjelaskan kegiatan ini merupakan sosialisasi hasil survei yang dilakukan pada periode 26 Oktober-26 November 2016.
Selain melakukan survey di 6 kota, pihaknya juga melakukan pemetaan internet dan media sosial. “Secara khusus dilakukan untuk mengetahui narasi utama ekstremisme, memahami pesan-pesan kunci ekstremisme, dan mengetahui pola penyebaran pesan ekstremisme,” kata dia.
Hasil survei ini kemudian diharapkan dapat tersosialisasikan kepada aktor-aktor pemerintahan dan pimpinan organisasi kemasyarakatan di tingkat lokal, serta media massa lokal maupun nasional. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua