Probolinggo, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur berganti pengurus yang menempatkan duet Kiai Salim Basri dan Muhlis untuk periode 2015-2020.
<>
Dalam konferensi yang digelar di Yayasan Pondok Pesantren Darul Muttaqin Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan, Sabtu (21/3) tersebut, Kiai Salim Basri terpilih sebagai Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan.Â
Kiai Salim Basri terpilih secara aklamasi karena merupakan kandidat tunggal sehingga mampu meraih 11 suara dari total 13 suara ranting. Sedangkan dalam tahap awal, selain Kiai Salim Basri juga ada calon Muhlis dan Muhajir Abd. Rozaq. Kedua calon tersebut masing-masing hanya mendapatkan 1 suara.
Sementara Muhlis terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan setelah memperoleh 8 suara. Sedangkan calon lain yang merupakan incumbent Muhajir Abd. Rozaq hanya memperoleh 5 suara.Â
Konferensi MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dan Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo H Habibullah Maksum beserta jajaran pengurus.
Setelah terpilih, Kiai Salim Basri mengaku siap segera menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya. “Terima kasih atas dukungan semuanya. Saya siap mengemban amanah yang sudah diberikan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Muhlis. Bersama segenap pengurus dirinya bertekad akan menjalankan semua yang sudah menjadi ketentuan dalam Konferensi MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan.
“Saya siap menjalankan amanah dari hasil konferensi ini. Untuk sementara kami mau meneruskan program yang sudah ada dengan batas kemampuan segenap pengurus. Yang terpenting adalah bagaimana sekiranya dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada organisasi NU,” ungkapnya.Â
Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi mengaku sangat bersyukur karena konferensi dapat berjalan baik tanpa ada persoalan berarti. Diharapkan agar dikepengurusan yang baru diakomodir potensi muda Nahdliyin.
“Sebagai MWCNU yang terletak di daerah perbatasan, MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan mempunyai tantangan sangat berarti terutama terkait dengan kemajemukan masyarakat perbatasan. Oleh karena itu perlu adanya penguatan ke-Aswaja-an NU di kalangan warga NU dengan semakin menggairahkan kegiatan dan bumisasi amaliah Aswaja NU,” ungkapnya.
Selanjutnya Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan terpilih bersama tim formatur akan melakukan penyusunan kepengurusan MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan periode 2015-2020. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua