Setelah resmi mendapatkan izin dari Pemerintah melalui Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 6014 Tahun 2017, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam NU (STEINU) Subang langsung membenahi semua perangkat dan bersiap untuk menerima mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019. Untuk angkatan pertama ini STEINU Subang menargetkan minimal 30 mahasiswa baru.
Demikian disampaikan KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang sesaat setelah kegiatan Peresmian STEINU Subang oleh Direktur Diktis Kementerian Agama M Arskal Salim, di Pesantren Attawazun, Kalijati, Subang, Sabtu (28/4)
"Alhamdulillah, setelah menunggu kurang lebih 3 tahun akhirnya STEINU Subang sudah resmi dan sah untuk membuka perkuliahan. Kami menargetkan angkatan pertama STEINU Subang minimal mendapatkan 30 mahasiswa baru" ujarnya.
Kiai Musyfiq mengisahkan, sejak tahun 2015 yang lalu, PCNU Subang melalui LP Maarif telah mengajukan permohonan izin operasional pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU). Namun karena Kementerian Agama sedang menutup pendirian STAI dikarenakan sudah overload (melebihi jumlah), akhirnya PCNU Subang menggantinya dengan mengajukan pendirian STEINU Subang.
"STEINU Subang ini insya Allah akan sejalan dengan program ekonomi umat yang saat sedang dirintis oleh PCNU Subang melalui Lembaga Perekonomian NU," tambahnya
Senada dengan Kiai Musyfiq, H Anang Jauharudin, Ketua STEINU Subang mengatakan bahwa sebagai upaya dalam merekrut mahasiswa baru, pihak akademik akan membebaskan biaya pendaftaran kepada 30 calon mahasiswa baru. Selain itu juga akan disediakan beasiswa bagi calon mahasiswa yang berprestasi dan tidak mampu.
"Kita punya dua prodi yaitu ekonomi syari’ah dan perbankan syari’ah. Untuk tempat perkuliahan kampus 1 di gedung PCNU Subang dan kampus 2 di gedung milik Yayasan Attawazun,"pungkasnya. (Aiz Luthfi/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua