Muhammad Faizin
Kontributor
Di antara kebahagiaan seorang santri di pondok adalah saat orang tua mereka berkunjung ke pesantren untuk menjenguk yang diistilahkan dengan sambangan. Pada momen itulah para santri bisa melepas rindu dengan keluarga dan terlebih bisa mendapat kiriman dan oleh-oleh.
Kiriman oleh-oleh ini bisa dalam bentuk uang atau pun jajanan yang di pesantren terkenal dengan istilah “I-N”. Dan “I-N” inilah yang akan ‘diserbu’ para santri lainnya sesaat setelah seorang santri mendapat sambangan dari orang tuanya.
“Mana I-N nya, Kim? Orang tuamu kan baru saja sambangan?” tanya Soleh pada Hakim.
“Tadi siang kan sudah dimakan bareng-bareng di kamar. Kamu ke mana saja?” tanya balik Hakim.
“Kemarin aku di-dawuhi Pak Kiai nganter surat ke kelurahan. Terus itu yang di kantong plastik bawah lemari ketutup kain itu, I-N apa ya?” tanya Soleh membuat Hakim kaget.
“Oh… Itu I-N apes…” jawab Hakim.
“Kok Apes?” tanya Soleh penasaran.
“Iya, Apes. Sudah diumpetin di situ masih ketahuan juga,” jawab Hakim disambut Soleh memanggil teman-temannya untuk makan I-N ronde kedua. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua