Humor

Humor: Santri dan Tradisi Sambangan

NU Online  Ā·  Ahad, 7 Februari 2021 | 10:50 WIB

Humor: Santri dan Tradisi Sambangan

Ilustrasi humor. (NU Online)

Di antara kebahagiaan seorang santri di pondok adalah saat orang tua mereka berkunjung ke pesantren untuk menjenguk yang diistilahkan dengan sambangan. Pada momen itulah para santri bisa melepas rindu dengan keluarga dan terlebih bisa mendapat kiriman dan oleh-oleh.


Kiriman oleh-oleh ini bisa dalam bentuk uang atau pun jajanan yang di pesantren terkenal dengan istilah ā€œI-Nā€. Dan ā€œI-Nā€ inilah yang akan ā€˜diserbu’ para santri lainnya sesaat setelah seorang santri mendapat sambangan dari orang tuanya.


ā€œMana I-N nya, Kim? Orang tuamu kan baru saja sambangan?ā€ tanya Soleh pada Hakim.


ā€œTadi siang kan sudah dimakan bareng-bareng di kamar. Kamu ke mana saja?ā€ tanya balik Hakim.


ā€œKemarin aku di-dawuhi Pak Kiai nganter surat ke kelurahan. Terus itu yang di kantong plastik bawah lemari ketutup kain itu, I-N apa ya?ā€ tanya Soleh membuat Hakim kaget.


ā€œOh… Itu I-N apesā€¦ā€ jawab Hakim.


ā€œKok Apes?ā€ tanya Soleh penasaran.


ā€œIya, Apes. Sudah diumpetin di situ masih ketahuan juga,ā€ jawab Hakim disambut Soleh memanggil teman-temannya untuk makan I-N ronde kedua. (Muhammad Faizin)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang