AS Serang Venezuela, Trump Klaim Berhasil Tangkap Presiden Maduro, Dunia Bereaksi Keras
NU Online · Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:00 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer besar-besaran.
Klaim tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Ttruth Social.com/@realDonaldTrump pada Sabtu (3/12/2026) pagi waktu setempat.
Trump menyebut operasi itu melibatkan aparat keamanan Amerika Serikat dan mengatakan bahwa Maduro bersama istrinya telah diterbangkan keluar dari Venezuela.
Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci di mana penangkapan dilakukan, bagaimana prosesnya, dan ke mana Maduro dibawa. Ia hanya menyatakan akan memberikan keterangan lebih lanjut dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
Melansir Reuters, tak lama sebelum klaim tersebut muncul, situasi di ibu kota Caracas dilaporkan mencekam. Sejumlah warga melaporkan suara ledakan keras, pesawat terbang rendah, serta pemadaman listrik di beberapa wilayah kota.
Kondisi itu memicu kepanikan warga dan menimbulkan spekulasi bahwa sedang terjadi operasi militer. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Venezuela mengenai penyebab pasti ledakan dan pemadaman tersebut.
Venezuela membantah
Dalam laporan CBS News CBS News, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez bereaksi keras atas klaim Trump dan menyebut pernyataan tersebut sebagai klaim sepihak dan menuntut bukti, ia menegaskan mengetahui keberadaan Presiden Maduro dan Istrinya.
Sebelumnya, pemerintah Venezuela juga mengumumkan status siaga nasional dan memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan pengerahan pasukan militer di seluruh negeri. Ia menyerukan front persatuan perlawanan dalam menghadapi "agresi terburuk" yang pernah terjadi terhadap Venezuela.
"Mereka telah menyerang kami tetapi mereka tidak akan menundukkan kami", kata menteri pertahanan Venezuela.
Reaksi dunia
Spanyol Serukan Deeskalasi dan Solusi Damai
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara saksama dan berkoordinasi dengan mitra-mitranya di Uni Eropa serta negara-negara kawasan.
“Spanyol menyerukan deeskalasi dan moderasi yang mendalam, serta selalu bertindak dengan menghormati Hukum Internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Spanyol.
Madrid juga menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif dalam upaya penyelesaian krisis.
“Dalam hal ini, Spanyol bersedia memberikan jasa baiknya untuk mencapai solusi damai dan negosiasi terhadap krisis saat ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Rusia nilai aksi sebagai agresi memprihatinkan
Pemerintah Rusia mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela dan menyebut tindakan tersebut sebagai agresi bersenjata yang memprihatinkan.
“Amerika Serikat telah melakukan tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia dikutip dari Anadolu Anodolu.
Moskow menilai alasan yang digunakan AS untuk membenarkan serangan tersebut tidak berdasar, serta mencerminkan kemenangan sikap permusuhan ideologis dibandingkan pendekatan pragmatis dan hubungan yang dapat diprediksi.
Rusia juga menekankan pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut dan mendorong semua pihak untuk mencari jalan keluar melalui dialog.
“Kami percaya bahwa semua pihak yang memiliki perbedaan harus menyelesaikan persoalan melalui dialog. Kami siap mendukung upaya tersebut,” lanjut pernyataan itu.
Kuba sebut serangan AS terorisme negara
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam keras tindakan Amerika Serikat. Ia menyebut serangan tersebut sebagai aksi kriminal dan terorisme negara terhadap Venezuela dan kawasan Amerika Latin.
Melalui unggahan di media sosial X, Díaz-Canel menyerukan respons tegas dari komunitas internasional untuk menghentikan eskalasi konflik.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua