Iran dan Amerika Serikat Berunding di Oman, Negosiasi Akan Berlanjut
NU Online · Sabtu, 7 Februari 2026 | 07:00 WIB
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Muscat, Oman, Jumat (6/2/2026). (Foto: Kantor Berita Oman)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Iran bersama Amerika melakukan perundingan secara tidak langsung di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2/2026). Pembicaraan kedua perwakilan negara ini menyusul peningkatan tensi di wilayah Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa perundingan akan berlanjut. Meskipun memberi sinyal positif terhadap diskusi yang baru saja berlangsung, ia menyebut bahwa perundingan bergantung pada kelanjutan negosiasi nanti.
"Secara keseluruhan, saya bisa mengatakan bahwa ini permulaan yang baik. Namun kelanjutan negosiasi itu kondisional, bergantung pada para negosiator melakukan serangkaian tukar pandangan di ibukota masing-masing dan memutuskan bagaimana meneruskan pembicaraan," katanya sebagaimana dikutip dari TRT World pada Sabtu (7/2/2026).
Araghchi menyampaikan bahwa kecurigaan satu sama lain menjadi tantangan yang cukup serius dalam proses perundingan ini. Dalam beberapa waktu terakhir, khususnya setelah serangan terhadap Iran pada Juni 2025 lalu.
"Ketidakpercayaan sangat mendalam yang telah muncul selama periode ini (sejak serangan Juni 2025) dan menambah ketidakpercayaan yang telah ada sebelumnya (antar Amerika Serikat dan Iran) ini pasti merupakan sebuah tantangan serius yang dihadapi dalam perundingan," katanya.
Oleh karena itu, Araghchi menegaskan perlunya menangani ketidakpercayaan itu sebagai langkah paling awal dalam proses tersebut. "Kami harus lebih dahulu mengatasi atmosfer kecurigaan ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Araghchi kembali menyatakan bahwa perundingan akan berlanjut. Proses tukar pandangan di Oman berlangsung positif. Masing-masing pandangan kedua belah pihak, baik Iran maupun Amerika Serikat, telah disampaikan dan didengar.
"Hari ini, sejumlah diskusi positif telah berlangsung (di Oman) dengan pandangan kedua belah pihak telah saling didengar. Dan itu telah disepakati bahwa pembicaraan bakal berlanjut," pungkasnya.
Sementara itu, dilansir Al Jazeera, tak lama selepas pembicaraan berakhir, Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap sejumlah individu, perusahaan, dan kapal-kapal yang disebut berkaitan dengan perdagangan minyak Iran.
Sementara itu, Juru Bicara Menteri Luar Negeri Iran menyebut tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mencapai "sebuah kesepakatan yang adil, saling menguntungkan, dan bermartabat terkait dengan isu nuklir."
Terpopuler
1
Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong
2
Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadhan
3
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan
4
6 Puasa yang Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Sya'ban
5
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Meningkatkan Kepedulian Sosial
6
Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir
Terkini
Lihat Semua