Malala Yousafzai, anak perempuan Pakistan yang berusia 14 tahun ditembak dan menderita luka parah oleh pria tak dikenal yang bersenjata di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di bagian barat-daya negeri itu, Selasa (9/10).
<>
Taliban mengaku bertanggungjawab setelah serangan itu. Kaum ekstrimis itu menjadikan Malala sebagai sasaran. Dan jika masih selamat, dia akan disasar lagi sebab ia adalah "perempuan dengan pikiran sekuler."
Malala terkenal di Pakistan dan luar negeri karena perjuangannya bagi pemulihan perdamaian di daerah Swat. Ketika Taliban melarang pendidikan buat anak perempuan di kabupaten tersebut, dia bukan hanya melanjutkan pendidikannya tapi juga mengumandangkan suara bagi hak perempuan dan anak-anak dengan menulis surat ke berbagai surat kabar dan stasiun radio asing.
Ketika diserang, anak perempuan tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah. Seorang penyerang yang mengenakan seragam polisi menghentikan bus sekolah yang membawanya dan melepaskan tembakan ke arah dia. Dalam serangan itu, Malala menderita luka parah, sementara dua anak perempuan lagi menderita luka ringan.
Malala sebelumnya dibawa ke satu rumah sakit lokal tapi para dokter merujuk dia ke Peshawar mengingat kondisinya. Para dokter di Swat mengatakan Malala lolos ancaman maut setelah peluru menembus tengkorak kepalanya tapi tak mengenai otaknya.
Malala telah menerima hadiah perdamaian karena keberaniannya menentang kaum fanatik di tanah airnya. Kelompok pembela hak anak internasional, Kids Rights Foundation, mencalonkan Malala bagi International Childern`s Peace Prize, sehingga ia menjadi anak perempuan pertama Pakistan yang dicalonkan sebagai penerima hadiah itu. Dia diberikan National Peace Award pertama di Pakistan pada Desember 2011.
Redaktur : Hamzah Sahal
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
2
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
3
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
4
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
5
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
6
Innalillahi, Ketua Pertama Lakpesdam NU Abdullah Syarwani Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua