LKKNU DKI Jakarta Tegaskan Perlu Penguatan Sistem Pendukung Keluarga
NU Online · Ahad, 11 Januari 2026 | 14:00 WIB
Jakarta Timur, NU Online Jakarta
Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) DKI Jakarta Nyai Hj Rahayu Sri Rahmawati menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa jatuhnya balita dari lantai satu tanpa pengawasan. Insiden ini dinilai sebagai alarm keras bagi ketahanan keluarga di wilayah urban seperti Jakarta.
Nyai Rahayu menegaskan bahwa dalam Islam, menjaga keselamatan nyawa merupakan salah satu dari lima tujuan utama syariat (Maqashid al-Syariah). Dia menekankan bahwa anak adalah amanah Allah, bukan milik orang tua sepenuhnya, sehingga kelalaian pengawasan tidak bisa dianggap semata-mata sebagai takdir.
"Kecelakaan yang terjadi akibat tiadanya penjagaan tidak bisa hanya dianggap sebagai 'takdir'. Ada unsur ikhtiar manusiawi yang terputus, yakni kewajiban orang tua untuk memastikan lingkungan yang aman," tegas Nyai Rahayu terkait konsep hifzhun nafs (menjaga jiwa) kepada NU Online Jakarta, Sabtu (10/1/2026)
Nyai Rahayu terus mengampanyekan konsep keluarga maslahah. Dia menilai bahwa di tengah kepadatan hunian Jakarta, rumah harus memiliki standar keamanan dasar bagi anak.
Dari sisi fisik bangunan, Nyai Rahayu menyatakan bahwa setiap lantai atas wajib memiliki pagar pengaman atau teralis yang tidak bisa dilalui balita. Sementara dari aspek pengawasan, dia menegaskan bahwa balita berada dalam fase eksplorasi tinggi, tetapi belum memiliki nalar bahaya.
"Membiarkan balita tanpa pengawasan orang dewasa (meski hanya sebentar) adalah bentuk pengabaian hak perlindungan anak," ujar Nyai Rahayu.
Nyai Rahayu mengakui adanya tantangan beban ganda orang tua urban. Dia memahami dinamika warga DKI Jakarta di mana orang tua sering kali harus bekerja keras. Namun, dia menegaskan bahwa jika orang tua harus meninggalkan anak, wajib ada sistem pendukung yang jelas, baik itu keluarga besar, tetangga, atau tempat penitipan anak yang layak.
"Jangan memaksakan kondisi di mana anak ditinggal sendiri hanya dengan mengunci pintu, tanpa ada orang dewasa yang memantau," kata Nyai Rahayu.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua