Jakarta

PWNU dan Baznas DKI Jakarta Kerja Sama Jalankan Program NU Mendengar

NU Online  ·  Ahad, 18 Januari 2026 | 18:00 WIB

PWNU dan Baznas DKI Jakarta Kerja Sama Jalankan Program NU Mendengar

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program NU Mendengar antara Baznas (Bazis) dan PWNU DKI Jakarta untuk pemberdayaan ekonomi komunitas melalui pendanaan sosial produktif di Jakarta, Jumat (16/1/2025). (Foto: PWNU DKI Jakarta)

Jakarta, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis pendanaan sosial produktif dalam Program NU Mendengar.


Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta Abdul Aziz Suaedy menjelaskan bahwa Program NU Mendengar berawal dari pelatihan kader NU Jakarta dalam pengelolaan sampah organik. Program tersebut kemudian berkembang melalui berbagai tahapan hingga bermuara pada kerja sama lintas institusi.


Rangkaian program NU Mendengar diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman di Balai Kota DKI Jakarta, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk pendalaman konsep program, hingga tahap perumusan kerja sama antar-lembaga terkait.


Aziz menerangkan bahwa Program NU Mendengar dirancang menggunakan pendekatan bertahap dengan melibatkan sejumlah institusi pemerintah daerah dan lembaga strategis. Setiap institusi memiliki peran sesuai dengan bidang dan kewenangannya masing-masing.


"NU Mendengar dirancang dengan pendekatan bertahap. Layer utama melibatkan Dinas Lingkungan Hidup untuk regulasi dan fasilitasi sektor lingkungan, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian untuk penguatan urban farming, serta Baznas untuk pembiayaan sosial komunitas organik," ujarnya, sebagaimana dikutip NU Online Jakarta.


Selain itu, program NU Mendengar juga akan melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis, di antaranya PT Jaktour, Perumda Sarana Jaya, PT Jakpro, serta PD Pasar Jaya. BUMD tersebut diproyeksikan berperan sebagai pengelola kawasan komersial dan pasar yang terintegrasi dengan program komunitas.


Aziz menambahkan, keterlibatan BUMD dan perangkat pemerintah daerah lainnya saat ini masih berada dalam proses birokrasi internal. Ia menargetkan seluruh proses tersebut dapat rampung pada Januari 2026 sehingga implementasi program dapat berjalan secara penuh.


Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa kader-kader NU Jakarta yang telah mengikuti pelatihan kini tergabung dalam wadah Komunitas Organika. Komunitas ini telah mendapatkan dukungan awal dari NU Jakarta, khususnya dalam pengolahan sampah organik menggunakan metode biokonversi maggot.


Pada Desember 2025 lalu, sebanyak lima kelompok terbaik dari Komunitas Organika memperoleh program inkubasi bisnis. Kelompok tersebut dinilai paling produktif dalam mengelola dan mengembangkan usaha berbasis komunitas.


Baca selengkapnya di sini

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang