NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng Buka Rekrutmen Relawan, Siap Tangani Bencana di Aceh
NU Online · Rabu, 31 Desember 2025 | 08:00 WIB
Semarang, NU Online Jateng —
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh pada 26 November 2025 berdampak luas di berbagai wilayah. Sedikitnya 18 kabupaten/kota tercatat terdampak, dengan sejumlah daerah mengalami kerusakan cukup parah sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian, NU Peduli Kemanusiaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengirimkan Tim Asesmen ke Provinsi Aceh.
Tim ini bertugas menggali data dan kebutuhan riil di lokasi bencana sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut sebelum relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng diberangkatkan, yang direncanakan pada awal Januari 2026.
Selama di Aceh, Tim Asesmen telah melakukan pertemuan dan diskusi dengan PWNU Aceh untuk menghimpun informasi seluas-luasnya terkait kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan utama dalam menentukan jenis bantuan dan spesifikasi relawan yang akan diterjunkan.
Sambil menunggu laporan lengkap Tim Asesmen, NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng mulai membuka rekrutmen relawan.
Ketua NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng, Muchamad Pudji Wibowo, menyampaikan bahwa hasil diskusi awal telah menetapkan empat spesifikasi relawan dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan.
“Ada empat spesifikasi relawan yang kami perlukan, yakni relawan dengan keahlian pertukangan kayu, batu, dan baja ringan; relawan dapur umum; relawan trauma healing; serta sopir untuk mendukung kebutuhan transportasi di lapangan,” ujar Wibowo.
Ia menjelaskan bahwa rekrutmen ini terbuka bagi relawan umum, baik dari lembaga maupun badan otonom NU. Yang terpenting, relawan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dan memiliki pengalaman kebencanaan.
NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng, lanjutnya, menekankan pentingnya relawan yang memiliki jam terbang tinggi dan mampu menggerakkan potensi lokal.
“Relawan yang kami kirim diharapkan bukan hanya bekerja sendiri, tetapi mampu memanajemen dan menggerakkan kekuatan lokal. Misalnya pada trauma healing, relawan akan mengoordinasikan para guru setempat agar bisa bersama-sama memulihkan kondisi psikologis siswa, sehingga mereka tetap semangat mengikuti pembelajaran,” jelasnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua