Memicu Kantuk, Hindari Minum Susu saat Perut Kosong di Pagi Hari
NU Online · Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:15 WIB
Syifa Arrahmah
Penulis
Jakarta, NU Online
Susu merupakan minuman bergizi yang kaya nutrisi. Di dalamnya terdapat berbagai vitamin dan mineral yang menyehatkan tubuh. Tetapi amankah jika susu dikonsumsi saat perut kosong?
Menurut dr Citra Fitri Agustina, minum susu saat perut kosong di pagi hari boleh saja dilakukan. Namun hal ini tidak disarankan untuk penderita gangguan lambung, masalah pencernaan atau intoleransi laktosa.
"Minum susu saat perut kosong tidak memicu sakit perut jika tidak ada riwayat gangguan pencernaan," terang Dokter dari Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) itu kepada NU Online, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga
Doa Sesaat Sebelum Minum Susu
Memilih susu sebagai asupan pertama di pagi hari sebenarnya tidak begitu direkomendasikan. Ia lebih menyarankan untuk mulai mengisi perut dengan minuman yang bersifat ringan dan dapat membantu membersihkan sistem pencernaan.
"Misalnya, air putih hangat dan seduhan air lemon dicampur madu. Minuman tersebut mudah dicerna dan bisa membersihkan saluran cerna dari racun-racun sisa metabolisme," kata dr Civi, demikian ia disapa.
"Setelahnya, Anda bisa minum susu atau mencampurkannya dengan sereal untuk sarapan," jelas dia.
Menyebabkan kantuk
Hal lain yang perlu diketahui, ungkap dr Civi, susu adalah minuman yang dapat menyebabkan kantuk dan membutuhkan waktu lama untuk mencernanya.
"Meminum susu di pagi hari bisa menyebabkan kantuk terutama apabila susu diminum dalam kondisi hangat," ungkap dia.
Hal itu, menurut dia, disebabkan oleh asam amino triptofan yang terkandung dalam susu. Triptofan adalah bahan utama penghasil hormon serotonin yang berperan mengatur suasana hati, menimbulkan rasa tenang, membuat tubuh lebih rileks, dan memicu rasa kantuk.
"Namun ada juga penelitian yang menyatakan bahwa kadar triptofan pada susu tidak cukup tinggi untuk menyebabkan kantuk," papar dr Civi.
Pasalnya, tambah dia, efek psikologis dari susu hangat juga dapat membuat seseorang merasa nyaman dan tenang.
"Kondisi ini menyebabkan peningkatan neurotransmiter yang menyenangkan dari otak sehingga membuat orang mengantuk dan rileks," imbuh dr Civi.
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Syakir NF
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua