Dai Perlu Maksimalkan Media Digital untuk Berdakwah
NU Online · Rabu, 23 April 2025 | 18:00 WIB
Ustad Muhammad Subki Al-Bughury dalam acara Dakwah Sphere Ngaji dan Temu Pegiat Dakwah Digital NU & Halal Bilhalal di Lantai 1 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat pada Selasa (22/4/2025). (Foto: dok. LD PBNU)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pendakwah, Ustad Muhammad Subki Al-Bughury yang akrab disapa Ustad Subki mengatakan bahwa para dai-daiyah perlu memanfaatkan dan memaksimalkan media digital, di antaranya televisi, radio, dan media sosial dalam berdakwah.
“Jangan sampai begitu kita searching isinya bukan kita. Ini kesempatan kita pegiat-pegiat dakwah NU aktif di sini (media digital),” ujarnya dalam acara Dakwah Sphere Ngaji dan Temu Pegiat Dakwah Digital NU & Halal Bilhalal di Lantai 1 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat pada Selasa (22/4/2025).
Ia menyampaikan bahwa belum semua dai memanfaatkan media digital dan saat ini. Sebagian yang memanfaatkan didominasi oleh dai-dai muda.
Baca Juga
4 Tips Rukun Antarmanusia Tetap Terjaga
“Banyak kiai muda, dalam kitab, misal soal mengusap muka, ada hujahnya (dalil), mereka (dai muda) tampilkan kitabnya di-share, akhirnya mereka (pembaca) jadi tenteram,” ucapnya.
Ustad Subki menyampaikan bahwa ciri khas dakwah para kiai NU adalah selalu disertai dalil dari Al-Qur’an, Hadits, dan kitab-kitab kuning, sehingga masyarakat lebih mudah memahami isi ceramahnya.
“Kalau misalkan habis shalat tidak boleh salaman, Kiai-kiai NU menjawab dengan hujah karena kasihan masyarakat yang dibawah, misalnya kirim Surah Al-Fatihah, kita jawab dengan dalil, atau dengan hujah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Quran pada Surah An-Nahl ayat 125 dan Al-Baqarah ayat 257 menjelaskan bahwa dakwah merupakan jalan yang mulia.
“Dakwatunnas ilallah bil hikmah wal mauidzatil hasanah wajadilhum billati hiya ahsan, ini para nahdliyin punya cara untuk menyampaikan dengan bijak,” ujarnya.
“Sampaikan hikmah kita, bil hikmah wal mauidzatil hasanah, kalau perlu dengan berjidal (berdebat), ya berjidal dengan hujah, kalau dia (peserta) alim pasti dia akan ngerti, akan menghormati pendapat kita,” lanjutnya.
Ustad Subki juga membagikan kesan mendalam saat menerima undangan dari Lembaga Dakwah (LD) PBNU untuk hadir dalam acara tersebut.
“Saya waktu menerima undangan dari puasa, ini tasyarrafna (beruntung) gitu, betul-betul saya mulia, sampai menangis karena kita mulia, mulia bersama dakwah, mulia bersama jamiyah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua