"Tapi akan lebih ditajamkan sehingga hasilnya tidak lagi kualitatif, tetapi kuantitatif, lebih riil, lebih nyata," kata Abdul Kholik, Ketua Umum HPN, saat ditemui NU Online usai Rapat Konsolidasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPN di Kinanti Building, Jalan Epicentrum Tengah, Rasuna Said, Jakarta, Senin (2/12).
Hal itu sudah diawali dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman dengan pengusaha Muslim Amerika yang keturunan India, dengan lembaga pendidikan manajemen, dan asosiasi lainnya. "Itu kita akan jalankan di 2020, dengan harapan hasilnya lebih riil, tidak sekadar wacana," ujarnya.
Ia juga sudah mencanangkan program startup halal dengan mitranya, Muslim asal Amerika itu di tahun depan. Harapannya, kerjasama tersebut dapat menjadikan Indonesia menjadi pusat penghubung bisnis startup Islami dunia.
Dengan adanya jaringan dan penawaran tersebut, HPN juga berencana menggelar event internasional sehingga lebih banyak menjaring mitra bisnis dan lebih dapat diukur secara kuantitatif perolehannya. "Nanti berapa startup yang berhasil pendanaan. Bukan sekadar training, pelatihan. Sudah lebih riil," ucapnya.
Kholik meyakini bahwa hal tersebut dapat dicapai mengingat berbagai hal kelengkapannya sudah terpenuhi seperti kepengurusan dan grup yang ditargetkan. "Karena, dari beragam kebutuhan dasar pelaksanaan program sudah lengkap, kita sudah benahi organisasi," ujar pengusaha di bidang energi itu.
Sebagian besar target grup, katanya, sudah dikonsolidasikan. Sektor jaringan juga terus dalam tahap pembangunan, baik di sektor pemerintahan maupun di sektor swasta, baik di lingkup nasional maupun internasional.
Karenanya, Kholiq tak ragu menyebut tahun 2020 sebagai momentum untuk dapat lebih meningkatkan lagi perekonomian bangsa Indonesia, khususnya Nahdliyin.
"2020 ini saya kira momentum yang sangat baik yang seharusnya dapat kita manfaatkan dengan maksimal untuk mengembangkan ekonomi kaum Nahdliyin," katanya.
Kholiq meyakini bahwa perkembangan ekonomi Nahdliyin dapat terwujud di tahun mendatang dengan seluruh komponennya yang mendukung. Hal tersebut juga berdampak pada pemberdayaan yang akan berkelanjutan.
"Interaksi antarpengusaha makin baik. Pondasi pemberdayaan lebih baik. Pemberdayaan makin maju dan kita nanti tidak hanya, menengah bawah, tetapi juga di pengusaha Nahdliyin menengah atas juga banyak," pungkasnya.
Pewarta: Syakir NF
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua