Hubungan Kematian Mendadak dengan Serangan Jantung
NU Online · Selasa, 18 Februari 2020 | 10:45 WIB
Benarkah kematian mendadak disebabkan karena serangan jantung?
Saskia Dyah Handari, dokter anggota PDNU Surabaya Jawa Timur mengatakan kematian mendadak di usia muda selain karena penyakit jantung koroner, perlu dipikirkan kemungkinan lain.
"Keluhan berupa rasa berdebar hingga pingsan haruslah diwaspadai," ungkap dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini.
Akan tetapi, seseorang yang mempunyai faktor risiko seperti merokok, darah tinggi, kencing manis, kolesterol tinggi, dan ada keluarga yang menjalani prosedur pemasangan ring dan operasi bypass, tetap harus waspada terhadap penyakit jantung koroner.
"Apalagi jika disertai keluhan nyeri dada sebelah kiri, rasa seperti ditindih benda berat, disertai keringat dingin, menjalar ke lengan kiri, punggung, rahang yang menyerupai sakit gigi, atau ke ulu hati yang mirip dengan penyakit maag," kata dokter di RS Siloam Surabaya.
Dokter yang juga sebagai konsultan ini mengatakan perubahan pola hidup menjadikan penderita penyakit jantung koroner semakin muda usia sudah terkena. Pola hidup seperti terbiasa mengkonsumsi junk food dan kurang olah raga, dimungkinkan sebagai pola hidup yang tidak sehat, karenanya sebisa mungkin harus dihindari.
Jika seseorang mengalami kondisi di atas, ujar Dokter Saskia, skrining awal berupa treadmill stress test dan USG jantung bisa menyingkirkan beberapa kemungkinan.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua