Kata Pakar soal Prabowo Minta Para Menteri Kurangi Seremonial dan Kunjungan Luar Negeri
NU Online · Jumat, 1 November 2024 | 08:00 WIB
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Negeri Lampung (Unila) Prof Rudy merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para menteri untuk mengurangi kegiatan seremonial dan kunjungan ke luar negeri.
Prof Rudy menilai bahwa kunjungan ke luar negeri dalam rangka studi banding, konferensi, dan seminar oleh kementerian kurang efisien. Kegiatan seremonial yang belum jelas tujuannya juga menjadi penyebab anggaran negara membengkak.
"Saya sependapat dengan Pak Presiden. Pembengkakan terjadi karena kegiatan yang outputnya abu-abu seperti kegiatan seremonial dan kunjungan luar negeri," ungkapnya kepada NU Online secara tertulis, Kamis (31/10/2024).
Menurutnya, hasil dari studi banding dan kegiatan serupa lainnya belum tentu cocok diterapkan di Indonesia. Hal ini karena adanya keunikan karakteristik yang dimiliki tiap-tiap negara.
Lebih jauh, ia menekankan agar pemerintah merancang program pembangunan yang efektif dengan merumuskan tujuan yang mengarah kepada kemaslahatan masyarakat. Adapun indikatornya, lanjutnya, disesuaikan dengan tugas pokok dan renstra tiap-tiap kementerian.
"Untuk membangun program pembangunan serta kegiatan yang efektif, maka output kegiatan harus jelas termasuk detil pengeluaran tiap kegiatan," ujarnya.
Prof Rudy juga menekankan agar tugas perencanaan tersebut diperhatikan penuh oleh para menteri. Hal ini lantaran birokrasi di bawah kementerian kerap mengadakan kegiatan untuk menyerap anggaran, alih-alih mengarah pada indikator kemaslahatan.
"Ini pernah disinggung oleh Presiden Jokowi dimana banyak anggaran terbuang karena rapat rapat di hotel yang ditujukan hanya untuk penyerapan anggaran," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memohon agar para menteri mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial seperti studi banding, konferensi dan seminar lintas negara. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam Sidang Perdana Rapat Paripurna di Kantor Presiden pada Rabu, 23 Oktober 2024 lalu.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua