Peneliti: NU Lawan Radikalisme sejak Awal Kemerdekaan
NU Online · Kamis, 24 Oktober 2019 | 13:00 WIB
Sejak awal kemerdekaan, Nahdlatul Ulama (NU) telah memiliki sikap yang nyata sebagai ormas yang moderat dan menolak terhadap radikalisme. Sikap nyata tersebut misalnya ditunjukkan NU dengan menolak keberadaan kelompok separatis dan radikalis seperti PRRI, Permesta, dan DI/TII.
“Itu menurut saya cerminan yang sangat nyata. Sikap moderat NU, sikap nasionalisme NU dan sikap perlawanan NU terhadap radikalisme," kata peneliti senior Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Agus Muhammad, pada acara Diseminasi Hasil Penelitian INFID di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).Â
Penelitian itu dilakukan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) pada Maret hingga Agustus 2019 dengan tema 'Peran Organisasi Islam Moderat dalam Menangkal Ekstremisme Kekerasan: Studi Kasus Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah'.
Agus mengemukakan, KH Idham Chalid ketika menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat pada 28 Oktober 1971 hingga 1 Oktober 1977, menolak kelompok yang memperjuangkan kekuasaan atas nama agama.Â
"Maksudnya (kelompok) itu kelompok-kelompok DI/TII, Permesta dan semacamnya yang sebagian itu didukung Masyumi dan sampai sekarang berjalan. Nah, genealoginya sebetulnya dari sana. Kenapa kita begitu getol sekarang, ya karena genealoginya panjang sekali. Sejak dari awal kemerdekaan," kata Agus.
"Pada saat semua ormas Islam yang lain menolak (Pancasila), NU satu-satunya yang menerima. Itu yang saya sebut NU adalah pionir soal Pancasila. Kalau NU sekarang atau Nahdliyin fanatik, begitu militan membela Pancasila itu akar sejarahnya sangat panjang dan sangat kuat tradisi kebangsaan NU," ucapnya.
Ia menyatakan bahwa komitmen NU dalam hal kebangsaan dan perlawanan terhadap radikalisme NU berlanjut pada Muktamar NU ke-28 yang diselenggarakan Pesantren Krapyak, Yogyakarta hingga Munas NU yang diselenggarakan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat pada 2019.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua