Puluhan Tenda Pengungsian Gaza Terendam Air Hujan, Israel Batasi Bantuan
NU Online · Ahad, 16 November 2025 | 22:00 WIB
Seorang perempuan pengungsi Gaza menangisi barang-barang dan tendanya yang terendam banjir. (Foto: Instagram @samy_almasry)
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Hujan deras membanjiri puluhan tenda yang menampung warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, pada Sabtu (15/11/2025).
Anadolu melaporkan bahwa sejak Jumat dini hari, Jalur Gaza sedang berada di atmosfer dengan tekanan udara lebih rendah, yang disertai udara dingin dan hujan lebat. Hal tersebut semakin memperparah penderitaan 1,5 juta orang yang mengungsi di daerah kantong terdebut.
Menurut perkiraan Kantor Media Pemerintah Gaza, 93 persen dari seluruh tenda pengungsian tidak layak lagi untuk berlindung. Sejumlah 125.000 tenda dari total 135.000 telah rusak karena faktor cuaca dan akibat pemboman Israel.
Melansir dari Al Jazeera, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa banjir juga terjadi di wilayah Deir el-Balah, Gaza Tengah. Badan penyelamat tersebut mendesak masyarakat internasional agar berbuat lebih banyak untuk segera menangani penderitaan warga Palestina.
"Kami mendesak pengiriman cepat rumah, karavan, dan tenda kepada keluarga-keluarga yang mengungsi ini untuk membantu meringankan penderitaan mereka. Terutama karena kita berada di awal musim dingin," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Abdulrahman Asaliyah, seorang warga Palestina mengaku bahwa kasur, pakaian, dan barang-barang milik warga basah kuyup akibat banjir.
"Kami meminta bantuan, untuk tenda-tenda baru yang setidaknya dapat melindungi orang-orang dari dinginnya musim dingin," ujarnya sebagaimana dikutip NU Online dari Al Jazeera, Ahad (16/11/2025).
Ia menceritakan bahwa sebanyak 24 orang telah bekerja selama berjam-jam untuk menguras air dari daerah tersebut. “Hujan musim dingin ini merupakan berkah dari Tuhan, tetapi ada keluarga yang tidak lagi menginginkannya turun, karena khawatir akan keselamatan anak-anak mereka dan kelangsungan hidup mereka sendiri,” kata Asaliyah.
Sementara itu, Penasihat Media UNRWA Adnan Abu Hasna menjelaskan bahwa ribuan keluarga kini terpapar cuaca buruk, dan banyak tenda tidak lagi menyediakan tempat berlindung yang memadai. Hal tersebut disebabkan pembatasan bantuan oleh Israel.
"Meskipun UNRWA memiliki ratusan ribu selimut, kasur, dan tenda yang cukup untuk sekitar satu juta orang, mengakses pasokan ini sangat sulit karena pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap 54% wilayah Jalur Gaza," ungkapnya dikutip NU Online dari WAFA.
Abu Hasna mengatakan bahwa banyak wilayah di dalam "garis kuning" yang tidak dapat diakses oleh petugas bantuan. Hal tersebut mencegah UNRWA mengirimkan pasokan penting kepada mereka yang paling membutuhkan. Ia juga mencatat bahwa Israel telah menolak sekitar 23 permintaan untuk mengizinkan masuknya pasokan vital, termasuk tenda, ke Gaza.
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua