Rais Syuriyah PWNU Lampung Imbau Nahdliyin Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada 2024
NU Online · Selasa, 1 Oktober 2024 | 08:00 WIB
Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Shodiqul Amin di Bandar Lampung, pada Senin (30/9/2024) malam. (Foto: NU Online/Suci)
Suci Amaliyah
Kontributor
Lampung, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung mengingatkan Nahdliyin untuk menjaga suasana kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU Lampung, KH Shodiqul Amin, saat ditemui NU Online di sela-sela acara seminar istinbath hukum Islam dan Bahtsul Masail Metode Penetapan Awal Bulan Hijriah di Bandar Lampung, pada Senin (30/9/2024) malam.
“Alhamdulillah, sejauh ini suasana masih kondusif. Kami dari pengurus NU Provinsi Lampung sudah memiliki komitmen bersama untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif,” ujar Kiai Shodiqul.
Ia menegaskan pengurus NU di Lampung tidak memberikan dukungan khusus kepada salah satu pasangan calon (paslon) melainkan mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi seluruh calon yang berpartisipasi dalam Pilkada.
Pihaknya mengimbau kepada para pengasuh pondok pesantren untuk rutin mengadakan istighosah dan kegiatan keagamaan lainnya sebagai bagian dari ikhtiar spiritual mendoakan keselamatan bangsa jelang Pilkada.
“Saya menyarankan agar setiap malam diadakan istighosah, setidaknya khotmil Qur’an, untuk mendoakan keselamatan bersama,” ujar Pengasuh Pesantren Darul Ishlah Tulang Bawang Lampung.
PWNU Lampung juga mengingatkan para calon untuk tidak memaksakan Nahdliyin memenangkan salah satu paslon, karena NU bersifat netral dalam Pilkada. “Pada dasarnya, kita kembalikan kepada yang Maha Kuasa. Jika sudah berupaya tetapi tidak terpilih, maka itu adalah takdir,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk bersikap dewasa dalam menyikapi hasil Pilkada. “Jika kita berbeda pilihan, kita harus menerimanya dengan lapang dada dan siap bekerja sama dengan pemerintah yang terpilih nantinya di semua lini,”6 jelasnya.
Sebelumnya, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Abun Bunyamin, mengimbau agar seluruh pengurus NU tetap bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Kami Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat mengimbau untuk mensukseskan Pilkada dan juga berharap bahwa dalam teknis pelaksanaan, sebagai nahdliyin, apalagi pengurus, sebaiknya netral-netral saja,” ujar Kiai Abun.
Ia menegaskan bahwa peran pengurus NU saat Pilkada adalah memberikan nasihat dan arahan yang baik kepada masyarakat. “Kita berkewajiban untuk memberikan nasihat, tausiyah, dan mauidzoh hasanah,” tambahnya.
Kiai Abun juga menekankan bahwa pengurus NU tidak boleh terlibat langsung dalam dukung-mendukung calon kepala daerah.
“Dan tidak terlibat langsung untuk dukung-mendukung calon,” lanjut Kiai Abun, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Pendaftaran Seleksi Beasiswa Al-Azhar Mesir Melalui Akun Pesantren, Berikut Panduannya
Terkini
Lihat Semua