Survei: Jakarta Masuk 5 Besar Provinsi dengan Kualitas Hidup Rendah
NU Online · Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:45 WIB
Peluncuran hasil survei Indonesian Social Survey (ISS) di Aone Hotel Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Foto: NU Online/Syakir)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Jakarta masuk dalam daftar lima provinsi terendah kualitas hidupnya dengan skor 61,9. Hal tersebut merupakan hasil survei Indonesian Social Survey (ISS) mengenai Sejauh Mana Kualitas Hidup Orang Indonesia dan Kepuasan terhadap Kinerja Pemerintah.
Hal itu disampaikan Whinda Yustisia, Direktur Eksekutif ISS, di Aone Hotel Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, kesejahteraan ekonomi yang minim paling memengaruhi dalam kualitas hidup di Jakarta. Hal ini mengingat data hasil penelitian menunjukkan skornya 40,3.
"Yang paling rendah di kesejahteraan ekonomi," ujarnya.
Meskipun demikian, Whinda tidak menampik bahwa isu kesejahteraan ini tidak saja terjadi di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar lainnya di berbagai negara.
"Mencari pekerjaan, kepuasan ekonomi. Isu dominan dirasakan orang di Jakarta. Kesejahteraan ekonomi jadinya rendah," kata perempuan yang menamatkan studi doktoralnya di Universitas Loyola Chicago, Amerika Serikat itu.
Selain Jakarta, daftar provinsi dengan skor kualitas hidup terendah lainnya adalah Sulawesi Tengah, Papua, Sumatra Utara, dan Kepulauan Riau.
Sementara itu, Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Joevarian Hudiyana menyampaikan bahwa faktor lain yang memengaruhi kualitas hidup di Jakarta bisa rendah adalah kesehatan mental mengingat letak geografis dan sosiologisnya dalam wilayah urban.
"Dalam kondisi urban, ada masalah berkaitan dengan kesehatan mental dibanding kondisi rural," ujarnya.
Menurutnya, kelompok masyarakat urban lebih tinggi dalam mengalami fenomena kesepian, depresi,hingga kecemasan. Ia menegaskan bahwa kaum urban lebih rentan terhadap gejala-gejala kejiwaan tersebut.
"Aspek psikologis juga menyumbang kualitas hidup. Indeks kesepian tinggi di masyarakat urban." katanya.
Apalagi, lanjutnya, Jakarta dikenal dengan kehidupannya yang keras. Hal demikianlah yang membuat kualitas hidup Jakarta dinilai rendah.
Sebagai informasi, ISS menyurvei 2.200 responden di 38 provinsi pada Juli 2025. Hasilnya, indeks kualitas hidup Indonesia berada di angka 65 dari 100—kategori “cukup baik”.
Indeks kualitas hidup ini mengukur tujuh aspek, yakni kesejahteraan psikologis (67,3), kesehatan (70,1), keamanan (72,3), rasa percaya sosial & institusi (70,2), partisipasi politik (69,7), kesejahteraan ekonomi (42,6), dan kualitas lingkungan (62,9).
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua