Ustadz Maulana di PBNU: Saya Terharu dan Berasa Pulang ke Rumah
NU Online · Rabu, 15 Januari 2025 | 15:45 WIB
Ustadz Maulana saat hadir dalam kegiatan Dakwah Sphere dan temu pegiat dakwah digital NU di kantor PBNU Jakarta, Selasa (14/1/2025) yang digelar Lembaga Dakwah PBNU. (Foto: NU Online/Suwitno)
Joko Susanto
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pendakwah kondang ustadz Muhammad Nur Maulana atau yang biasa disapa Ustad Maulana ikut hadir dalam acara pembukaan kegiatan Dakwah Sphere dan temu pegiat dakwah digital NU di kantor PBNU Jakarta, Selasa (14/1/2025) yang digelar Lembaga Dakwah PBNU.
"Saya merasa terharu diundang oleh LDNU dalam kegiatan tersebut, saya telah lama memimpikan untuk bisa hadir ke PBNU dan bersilaturahmi dengan ulama NU," kata Ustadz Mualana.
Ia yang diketahui semenjak masa sekolah merupakan mantan aktivisi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU merasa senang dan terharu mendapat undangan dari LD PBNU. "Serasa kembali ke rumah," kata Ustadz Maulana.
Lembaga Dakwah PBNU (LD PBNU) menggelar program inovatif bertajuk Dakwah Sphere, sebuah ajang untuk mempertemukan para dai-daiyah yang aktif di dunia dakwah digital. Program ini dirancang sebagai ruang strategis untuk ngaji bersama sekaligus berkolaborasi menghadapi tantangan dakwah di era teknologi yang serba cepat.
Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU, H Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa Dakwah Sphere bertujuan mempertemukan dai-daiyah NU yang aktif di berbagai media, seperti televisi, sosial media, dan platform daring lainnya.
“Dakwah Sphere diharapkan dapat menjawab tantangan dakwah di era digital serta menjadi ruang berbagi wawasan, pengalaman, dan strategi dakwah yang relevan. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah merumuskan standardisasi dai agar kualitas dakwah tetap terjaga,” ujar Nurul kepada NU Online.
Menurut Nurul, dengan pengaruh dunia digital yang semakin meningkat, kualitas dakwah di ranah digital harus lebih profesional dan sesuai nilai-nilai agama.
“Melalui kegiatan ini, kami juga merumuskan langkah konkret untuk menciptakan standar dakwah yang efektif dan diterima masyarakat luas,” imbuhnya.
Program ini akan menghadirkan dai-daiyah NU yang sudah dikenal di media sosial untuk membahas tantangan dan peluang dalam dakwah digital. Melalui sinergi antar dai, diharapkan akan lahir kerangka kerja untuk membentuk dai yang berkompeten dan mampu bersaing di era digital, dengan tetap menjaga moderasi beragama.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua