Jakarta, NU Online
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menilai pembubaran ormas Islam tidak akan berdampak apa-apa. Menurutnya pemerintah tidak usah mencari cara untuk membubarkan ormas yang tidak diinginkan, karena setelah bubar ormas akan tampil kembali dengan nama baru.
"Kalau FPI dibubarkan kami akan bikin lagi Front Penegak Islam. Nggak usah susah-susah membubarkan FPI," kata Rizieq di sela-sela diskusi "FPI-FBR Vs LSM Komprador," di Wisma Dharmala Sakti, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/6).
“GAM saja yang melawan NKRI masih diajak berunding. FPI, MMI, FBR kan hanya mengkritisi pemerintah yang salah. Kenapa harus dibubarkan,” Rizieq di sela-sela diskusi "FPI-FBR Vs LSM Komprador," di Wisma Dharmala Sakti, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/6).
Lebih lanjut, Rizieq mengatakan, UU 8/1984 tentang ormas adalah produk Orde Baru sehinga sudah tidak sesuai lagi dengan semangat reformasi. “Kalau pemeirntah menggunakan UU itu sebagai dasar pembubaran ormas maka layak ditentang,” katanya sembari mengatakan ormas Islam lain juga pasti akan menentang pemerintah.
Dirinya mensinyalir gencarnya upaya pemerintah untuk membubarkan sejumlah ormas Islam merupakan bentuk intervensi dari Amerika Serikat. Menurutnya AS tidak menghendaki ormas yang tidak berasas Islam. "Jangan-jangan Muhammadiyah juga dibubarkan karena azasnya Islam, bukan Pancasila," katanya. (nam)
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua