Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PP LFNU) menyerukan kepada seluruh cabangnya di seluruh Indonesia untuk menggelar rukyatul hilal di tempatnya masing-masing untuk disampaikan hasilnya kepada PBNU.
"Kami meminta kepada seluruh cabang LFNU untuk mengadakan rukyatul hilal pada hari Rabu (2/11) mendatang menjelang senja sesuai dengan waktu setempat," ungkap Ketua LFNU, KH. Gojali Masruri kepada NU Online melalui sambungan telepon, Jum'at (28/10).
<>Hal ini selain sebagai tradisi NU menjelang lebaran, juga karena ada permintaan dari Ormas Persatuan Islam (Persis) yang menganggap tidak perlu diadakannya rukyatul hilal karena sewaktu penentuan awal puasa kemarin hisab ada di bawah ufuq, sehingga rukyah seperti apapun tidak akan berhasil, jadi tidak perlu mengadakan rukyah dengan alasan efesiensi biaya.
Menanggapi itu, kyai lulusan Krapyak mengatakan untuk urusan ubudiyah tidak bisa dihitung dengan alasan materi, tetapi berdasarkan perintah agama. "Sikap ini merupakan keyakinan NU untuk tetap mempertahankan Al-Qur'an dan Sunnah, jadi mutlak tak bisa di tawar apalagi dengan alasan materi," ungkapnya.
Karena itu, dia meminta kepada cabang-cabang falakiyah di daerah untuk melaksanakan rukyatul hilal sebagai dasar penentuan idul fithri. Meskipun sudah ada hisab, tapi dalam tradisi NU, hisab tidaklah menjadi ukuran penentu, karena harus ditunjang dengan rukyatul hilal. "Jadi NU baru akan memastikan kapan hari raya Idul Fithri setelah rukyatul hilal 2 Nopember mendatang," tandasnya. (cih)
Â
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
4
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
5
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
6
BEM UI Dukung Gelombang Aksi di Berbagai Daerah, Siapkan Gerakan Lanjutan
Terkini
Lihat Semua