Terbunuhnya Azhari Momentum Berantas Terorisme di Indonesia
NU Online · Sabtu, 12 November 2005 | 08:20 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar pemerintah menggunakan momentum terbunuhnya gembong terorisme Dr. Azhari sebagai upaya untuk memberantas gerombolan terorisme sampai ke akar-akarnya. “Jaringan mereka harus dibongkar habis karena sangat merugikan citra Islam,” tandasnya kemarin.
Karena para teroris tersebut mengaku beragama Islam dan melakukan kekerasan yang menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan sebagai upaya untuk memperjuangkan kepentingan Islam. Inlah yang menyebabkan citra Islam ikut tercoreng oleh tindakan mereka.
<>Bukan hanya itu, negera Indonesia juga harus turut menanggung dampak negatif sebagai negara yang tidak aman dan sarang teroris sehingga menyebabkan terjadinya penurunan citra dan berkurangnya investasi dari dunia internasional.
“Kalau upaya perlawanan dilakukan di negara yang sedang berperang seperti Irak, lain soal, tetapi ini dilakukan di negara damai dan bahkan sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam,” tuturnya.
Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut sangat tidak setuju penggunaan kekerasan untuk dengan mengatasnamakan agama karena hasilnya malah kontraproduktif.
“Sudah dikatakan dalam Al Qur’an tak mungkin kita berdakwah dengan menggunakan kekerasan. Contohnya ya di Maluku dan Ambon itu, kan tidak ada orang Islam yang pindah agama menjadi Kristen atau sebaliknya saat terjadi kekerasan antar agama,” imbuhnya.
Mantan ketua PWNU Jatim tersebut juga meminta agar makna jihad diluruskan kembali karena saat ini jihad hanya dipersepsikan sebagai upaya untuk membela Islam dengan cara-cara kekerasan.(mkf)
Terpopuler
1
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
2
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
3
1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif
4
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
5
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
6
Ansor University Jatim Buka Pendaftaran Ramadhan Academy, Tiga Kelas Intensif Gratis
Terkini
Lihat Semua