Pentingnya Produksi Antibodi Tubuh untuk Lawan Virus
NU Online · Selasa, 15 Desember 2020 | 13:21 WIB
Virus itu nggak mungkin dihindari. Jadi pasti selalu ada. Contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus di situ. Bersin itu indikasi tubuh menolak.
Muhammad Faizin
Kontributor
Pringsewu, NU Online
Dalam kondisi dan situasi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum juga mereda, setiap individu harus benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, sangat penting juga untuk tetap menjaga kesehatan diri dengan menguatkan antibodi tubuh untuk melawan virus-virus yang ada.
Menurut dr. Ulinnuha, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, virus yang ada dan setiap waktu bisa menempel dan masuk ke dalam tubuh kita bisa dikalahkan dengan antibodi. Ia menjelaskan bahwa produksi anti bodi dalam tubuh manusia itu mengalami fluktuasi. Terkadang banyak namun di satu waktu sedikit berproduksi.
“Antibodi yang ada dalam tubuh seperti pabrik. Kadang banyak, kadang sedikit produksinya,” kata dr Ulinnuha yang pernah nyantri di Pesantren Futuhiyah, Mranggen, Jawa Tengah ini, Selasa (15/12).
Agar tubuh bisa memproduksi antibodi yang banyak dan dapat membantu menangkal virus, ia menyarankan masyarakat untuk mengkonsumsi vitamin C dan E. Selain itu penting juga untuk menjaga imun tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari.
“Virus itu nggak mungkin dihindari. Jadi pasti selalu ada. Contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus di situ. Bersin itu indikasi tubuh menolak,” jelasnya.
Jika virus berhasil menembus ke hidung dekat dengan tenggorokan maka efeknya seseorang akan mengalami batuk yang juga merupakan tanda dari menolak virus. Kalau virus yang masuk masih tembus juga ke dalam tubuh, maka seseorang akan mengalami demam.
“ Kalau masih tembus juga, barulah antibodi keluar dari pabrik untuk melawan dan perang dengan virus,” jelasnya.
Dalam hitungan dua minggu, antibodi kita akan bekerja melawan dan merekam virus. Proses ini juga akan direkam oleh tubuh dalam sel memori di otak. Sehingga ketika tubuh sudah sembuh dan suatu saat terkena virus kembali, sel memori ini akan aktif dalam 24 jam.
Virus yang ada juga memiliki kelemahan di antaranya bisa dikalahkan dengan sabun dan handsanitizer. Dengan dua jenis bahan ini, virus bisa mati dalam hitungan 3-5 menit.
“Jadi, mari kita lebih fokus ke dalam tubuh dengan meyakinkan stok antibodi kita cukup,” anjurnya.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
Terkini
Lihat Semua