Gus Irfan Tegaskan PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji 2026
NU Online · Rabu, 14 Januari 2026 | 14:30 WIB
Menteri Haji dan Umrah KH Mochammad Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/01/2026). (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
Abdullah Alawi
Penulis
Jakarta, NU Online
Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) merupakan ujung tombak keberhasilan layanan haji Indonesia, khususnya pada penyelenggaraan haji tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan menteri yang akrab disapa Gus Irfan saat memberikan pengarahan kepada calon petugas haji pada Apel Besar PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/01/2026).
Menurut Gus Irfan, kesiapan dan kinerja petugas menjadi penentu utama kualitas pelayanan jamaah. Ia menyebut, keberhasilan penyelenggaraan haji sangat bergantung pada kesiapan petugas di lapangan, terutama di Arab Saudi.
“Keberhasilan Anda sudah 60 persen menentukan keberhasilan haji secara keseluruhan. Karena itu, setiap hari kami pantau, tiap sore kami menerima laporan,” ujar Gus Irfan.
Ia meminta petugas haji benar-benar memastikan kondisi kesehatannya, memperhatikan segala hal agar jamaah tetap sehat, dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menegaskan bahwa petugas haji adalah representasi kehadiran negara di tengah jamaah.
“Petugas haji adalah petugas negara. Negara harus hadir dalam setiap situasi jamaah, dan Anda semua adalah wakil negara,” tegasnya.
Gus Irfan mengingatkan pentingnya penyatuan niat, sikap, dan komitmen seluruh petugas, yang berasal dari berbagai unsur.
Ia mencontohkan kebersamaan sederhana, seperti menjaga kebersihan dan saling melayani di barak maupun di meja makan, sebagai fondasi kuat pelayanan di Tanah Suci.
Ia menyebut, dari sekitar 100 ribu pendaftar, hanya sekitar 1.500 orang yang terpilih menjadi petugas haji.
Hal itu, sambungnya, menunjukkan bahwa petugas haji adalah orang-orang terpilih yang mendapatkan nikmat besar untuk melayani tamu-tamu Allah.
“Ini adalah nikmat. Kalau kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat itu. Tapi kalau tidak, berarti kita mengecewakan keluarga, instansi, dan negara,” ujarnya sembari mengutip ayat Al-Qur’an.
Sekali lagi ia menegaskan seluruh petugas menjaga etos pelayanan, termasuk memperhatikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan selama bertugas di Arab Saudi.
“Tidak boleh ada petugas yang cuek terhadap jamaah. Kebersihan dan pelayanan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
3
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Ujian dan Penghambaan hingga Anugerah Kemuliaan
4
Gerakan Nurani Bangsa Tolak Pilkada lewat DPRD: Rakyat Harus Diberi Ruang Memilih Secara Langsung
5
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
6
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
Terkini
Lihat Semua