Hujan Deras Sejak Pagi Rendam Jakarta, Warga Terpaksa Bertahan dengan Pompa Swadaya
NU Online · Senin, 12 Januari 2026 | 20:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak menjelang pagi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, salah satunya di Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Genangan air yang muncul secara tiba-tiba membuat warga terpaksa bertahan dengan upaya penanganan mandiri sembari menunggu langkah dari pemerintah daerah.
Ketua RT 11/4 Pademangan Barat Heru Mindarto mengatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak menjelang pagi dan langsung berdampak pada kenaikan muka air di lingkungan warga.
Baca Juga
Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya
“Dari menjelang pagi ya menjelang pagi itu hujan gede air mulai naik sampai saat ini air masih tinggi genangan airnya,” ujar Heru kepada NU Online, Senin (12/1/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi banjir kali ini bukan kejadian rutin tahunan. “Enggak sih, ini pas keadaan alam aja, biasanya sih enggak pernah seperti ini loh lalu barukali ini lagi tergenang air lagi. Tinggi air ini kisaran 25 cm atau 30 cm,” ujarnya.
Heru mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah yang secara langsung dirasakan warga.
“Belum. Saat ini sih belum. Tapi pemerintah sudah keliling. Yang saya dapat informasi, sudah keliling, Cuma, sampai saat ini, kita belum tahu bentuk bantuan seperti apa,” katanya.
Menurut Heru, penanganan banjir sementara sepenuhnya dilakukan secara swadaya oleh warga. “Kita penanganannya pakai pompa, swadaya sendiri dari masyarakat kita sendiri, dari pemerintah juga belum ada,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada karena kondisi cuaca masih berpotensi memburuk. “Saya antisipasi, saya imbau warga supaya jangan terlalu lengah. Saat ini banjir datang tiba-tiba, ya. Ini air sudah mulai surut, tapi ini cuaca makin. Harapan kami sebagai pengurus wilayah untuk pemerintah daerah untuk penanganan banjir jangan sampai terulang kembali lagi seperti ini,” tutur Heru.
Kondisi serupa juga terjadi di RT 08/12 Pademangan Barat. Ketua RT setempat, Vincent Desmonda, menyebut banjir mulai terjadi sejak subuh setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. “Kedalaman air ini sekitar 50 sampai 60 cm, sedengkul orang dewasa,” kata Vincent.
Baca Juga
Bisakah DKI Jakarta Bebas dari Banjir?
Ia mengungkapkan bahwa banjir ini bukan kejadian yang biasa terjadi setiap tahun. “Biasanya sih engga, cuman kali ini intensitas airnya memang lumayan banyak, kita engga bisa antisipasi,” ujarnya.
Vincent juga mengatakan bahwa banjir ini baru terjadi di tahun 2026, namun pada tahun sebelumnya tidak pernah terjadi. “Tahun 2024, ada banjir. Penyebabnya karena memang intensitas airnya, sama saluran air ini memang banyak mampet karena sampah-sampah,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah melalui Sumber Daya Air (SDA) telah menurunkan bantuan pompa. “Sampai saat ini dari Pemda SDA juga sudah menyediakan pompa pakai mobil. Jadi, kalau untuk saat ini, kali (sungai kecil) ini memang sudah di bawah. Jadi, intensitas dari jalan sama kali ini memang di bawah,” ujar Vincent.
Vincent menyampaikan harapan air dapat segera surut. “Biasanya, sih, sore udah surut. Kalau misalkan pompa kita nyala semua,” katanya.
Di tengah kondisi banjir, sebagian warga berupaya mencari penghasilan dengan memanfaatkan situasi. Rahmat, seorang ojek gerobak, menggunakan gerobaknya untuk mengangkut penumpang menyeberangi genangan air dengan tarif Rp10.000 per orang.
“Tarifnya ya lumayan murah, Rp10.000 per orang. Karena kita membantu. Buat bawa penumpang nyebrang ke sana,” ujar Rahmat.
Ia mengungkapkan bahwa pada hari biasa gerobaknya digunakan untuk mengangkut sampah. “Ini biasanya buat angkut sampah, karena hujan deras begini, angkut sampahnya libur,” katanya.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua