Nasional

Kemenhaj Sampaikan Ikhtiar-Ikhtiar Penyelenggaraan Haji 2026

NU Online  ·  Kamis, 8 Januari 2026 | 21:15 WIB

Kemenhaj Sampaikan Ikhtiar-Ikhtiar Penyelenggaraan Haji 2026

Kemenhaj menggelar Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447/2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026). (Foto: NU Online/Alawi)

Jakarta, NU Online

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memaparkan berbagai ikhtiar yang telah dan sedang dilakukan dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Sejumlah upaya strategis ditempuh untuk memastikan pelayanan optimal bagi jamaah.


Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan bahwa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) telah menunjukkan capaian menggembirakan. Jamaah haji reguler tercatat telah melunasi sebesar 95,72 persen, sementara jemaah haji khusus mencapai 96,5 persen.


"Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah kita akan bisa mencapai 100 persen dua hari mendatang," ujarnya dalam Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).


Salah satu ikhtiar yang dilakukan Kemenhaj adalah pembekalan intensif bagi para petugas haji yang akan bertugas di Tanah Suci. Program pembekalan dilaksanakan selama sebulan dengan materi komprehensif.


Pertama, persiapan fisik. Kedua, pemahaman tentang tugas yang akan mereka lakukan di Saudi. Selain itu, para petugas juga dibekali pemahaman fikih haji dan dasar-dasar bahasa Arab untuk memperlancar komunikasi dan meningkatkan kualitas pelayanannya.


Kemudian, Kemenhaj menerapkan standar pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat tahun ini sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan jamaah. Kebijakan ini merespons permintaan dari Kementerian Haji Arab Saudi yang menginginkan kesiapan fisik jamaah benar-benar terjamin.


Menurutnya, pemerintah Saudi akan melakukan pemeriksaan tes kesehatan secara acak kepada jamaah haji Indonesia. Oleh karean itu, standar kesehatan jamaah haji relatif lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Gus Irfan juga memaparkan progres kesiapan logistik dan infrastruktur di Arab Saudi. Transportasi dan konsumsi sudah mencapai 100 persen kesiapan. Untuk akomodasi, Madinah telah mencapai 93 persen, sementara akomodasi Makkah masih dalam proses finalisasi.


Dari sisi penerbangan, persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Gus Irfan menyebutkan layanan penerbangan akan dilaksanakan Saudia Airlines dan Garuda Indonesia.


Selain media briefing, agenda hari ini dilanjutkan dengan Uji Cita Rasa Nusantara Calon Penyedia RTE dan Penutupan Training of Trainers (ToT) PPIH Arab Saudi bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang