Nasional

LD PBNU Bersama Kampus Taiwan Perkuat Pendampingan Keagamaan dan Advokasi Buruh Migran

NU Online  ·  Selasa, 13 Januari 2026 | 22:00 WIB

LD PBNU Bersama Kampus Taiwan Perkuat Pendampingan Keagamaan dan Advokasi Buruh Migran

Foto bersama usai Seminar Internasional LD PBNU bersama Universitas Dong Hwa Taiwan di Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026). (Foto: NU Online/Haekal)

Jakarta, NU Online

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) bersama Universitas Dong Hwa Taiwan menggelar Seminar Internasional yang membahas soal penguatan pendampingan keagamaan dan advokasi bagi buruh migran Indonesia di Lantai 5 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).


Seminar bertema A Dialogue of Wisdom: Fostering Da'wah of Moderate Islam (Islam Wasathiyah) for a Peaceful Global Future itu menghadirkan dialog lintas negara untuk merespons berbagai persoalan yang dihadapi pekerja migran Indonesia, khususnya di Taiwan.


Ketua LD PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab menjelaskan, fokus utama seminar adalah memperkuat pendampingan keagamaan sekaligus advokasi bagi buruh migran yang kerap menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan ajaran agama.


"Jadi yang terpenting untuk diangkat itu adalah pemberian pendampingan dan advokasi kepada para buruh migran yang banyak menghadapi persoalan-persoalan di dalam pelaksanaan ajaran keagamaan," katanya kepada NU Online usai acara.


Gus Aab mengemukakan, selama ini LD PBNU telah menjalankan beragam program pendampingan keagamaan, termasuk advokasi seputar fiqih aqalliyat atau minoritas bagi umat Islam yang hidup di negara non-Muslim.


"Tetapi saat yang sama harus mengajak kerjasama kepada pihak yang ada di Taiwan untuk lebih menghargai privasi terhadap buruh migran di dalam menjalankan agamanya," jelasnya.


Ia menegaskan, seluruh ikhtiar tersebut merupakan bagian dari dakwah NU yang berlandaskan Islam rahmatan lil alamin.


"Bahwa menebarkan rahmat untuk semesta dan itu sudah merupakan kerja-kerja sosial Nahdlatul Ulama selama ini," katanya.


Dalam waktu dekat, LD PBNU berencana mengirim penceramah selama bulan Ramadhan untuk melakukan pendampingan keagamaan bagi buruh migran Indonesia di Taiwan. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih berkelanjutan.


"Solusi yang ditawarkan itu kita melakukan penguatan kepada masing-masing tidak hanya buruh migran yang diperkuat pemahaman keagamaannya yang kita berikan pendampingan, tetapi juga kesadaran untuk tidak memaksakan kehendak kepada para pengguna terhadap jasa buruh migran itu," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Rombongan Universitas Dong Hwa Prof June Hu menilai pertemuan dan seminar bersama LD PBNU memiliki arti penting bagi upaya perlindungan pekerja migran Indonesia di Taiwan.


"Jadi kami berharap bisa berkolaborasi dengan NU tentang bagaimana membantu para pekerja migran, baik yang masih di Taiwan mau pun yang telah pulang ke Indonesia," terangnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang