Nasional

NU-Care LAZISNU Gandeng UI Evaluasi Program Pesantren Hijau di Al-Hamidiyah

NU Online  ·  Kamis, 7 Mei 2026 | 11:00 WIB

NU-Care LAZISNU Gandeng UI Evaluasi Program Pesantren Hijau di Al-Hamidiyah

Para mahasiswa UI yang melakukan evaluasi Program Pesantren Hijau di Al-Hamidiyah Depok, Rabu (6/5/2026). (Foto: dok istimewa)

Jakarta, NU Online

NU-Care LAZISNU menggandeng Universitas Indonesia (UI) menggelar evaluasi outcome Program Pesantren Hijau di Yayasan Pendidikan Islam Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (6/6/2026).


Evaluasi tersebut dilakukan melalui dua metode, yakni kualitatif dan kuantitatif. Kegiatan melibatkan sekitar 100 santri dan pengurus Pesantren Hijau dalam proses pengisian kuesioner untuk mengukur efektivitas serta perkembangan program yang dijalankan.

 

Sekretaris Sekretaris Utama Pesantren Al-Hamidiyah, Ustadz Suma Wijaya, berharap program pesantren hijau dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan tidak berhenti di tengah jalan.


Menurutnya, regenerasi kader-kader penggerak pesantren hijau perlu terus dirawat dan diperkuat agar semangat menjaga lingkungan tetap hidup di kalangan santri dan pengajar.

 

"Kita sampaikan juga catatan pengembangan dari tim UI agar kegiatan pesantren yang dulu pernah giat harus sekarang lebih kuat lagi. Tahun ajaran baru nanti akan kita jadikan program strategis juga," katanya.

 

Selain itu, ia menilai perlu adanya kolaborasi antar pesantren di wilayah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mendukung pengembangan program pesantren hijau.


"Karena bisa jadi ada pesantren yang berdaya mendukung pesantren hijau, tapi enggak tahu caranya, termasuk sampai pengelolaannya bagaimana," jelasnya.

 

Ustadz Suma mengungkapkan bahwa program pesantren hijau dapat diterapkan di berbagai pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), tidak hanya di beberapa tempat tertentu. Ia menilai, secara teologis konsep tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mendukung upaya menjaga dan memberdayakan lingkungan.

 

"Kebiasaan hidup santri juga bisa lebih sehat. Beberapa pesantren besar seperti Krapyak sudah hebat sekali, bahkan kita ingin studi banding ke sana," jelasnya.

 

"Terima kasih terkhusus untuk LPBI, Kang Ace Hasan dan tim di bawahnya, bersama LAZISNU PBNU yang terus bersinergi, tidak hanya satu event selesai programnya. Kami berterima kasih atas programnya kepada LPBI, LAZISNU, dan tim dari UI yang sudah meneliti," tambahnya.

 

Sementara itu, Anggota Tim Evaluasi UI, Dina Syahrani Vionetta, mengungkapkan bahwa hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk memperkuat program pesantren hijau agar lebih berkelanjutan ke depannya.

 

“Melalui penelitian ini, kami ingin melihat bagaimana kesadaran lingkungan tumbuh di kalangan santri, pengajar, hingga pengelola pesantren. Harapannya, program pesantren hijau tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi benar-benar menjadi budaya yang terus dijalankan di lingkungan pesantren," terangnya.


Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, menyampaikan bahwa gerakan tersebut bertujuan membangun kesadaran dan keterampilan santri dalam menjaga lingkungan. 


“Kami mengajak para santri, bagaimana sih hidup ramah lingkungan dan bagaimana juga mereka (santri) bisa berpartisipasi aktif untuk gerakan lingkungan di pesantren,” ujarnya di Jakarta, pada (19/2/2025).


Sejumlah pesantren telah menerapkan konsep Pesantren Hijau, di antaranya Pondok Pesantren Al-Hamid di Jakarta Timur; Pesantren Al-Ikhlas di Bone; Pesantren As’adiyah di Wajo; Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo; Pesantren Al-Mubarok di Demak; Pesantren Mahasina di Kota Bekasi; Pesantren Al-Hamidiyah di Depok; Pesantren Al-Kenaniyah di Jakarta Timur; Pesantren Al-Hamid di Jakarta Timur; dan Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU) di Pandeglang. 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang