NU Lakukan Empat Hal agar Program Kesehatan Dirasakan Masyarakat
NU Online · Selasa, 10 Desember 2019 | 15:30 WIB
"Salah satunya yang tengah menjadi persoalan adalah BPJS. Saya tegas menyatakan bahwa untuk yang mandiri kelas 3 tidak boleh dinaikkan karena itu bentuk dari keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Jadi peraturan, kita harus terlibat dalam peraturan-peraturan advokasi," kata Syahrizal saat mengisi Seminar Penanggulangan Tubercolosis (TB) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).
Kedua, NU terus meningkatkan fasilitas kesehatan. Saat ini, katanya, NU memiliki Badan Pelaksana Kesehatan (BPN). BPN ini berfungsi mendampingi NU yang ada di tingkat wilayah atau cabang yang ingin mendirikan fasilitas kesehatan.
"Nanti dikasih petunjuk bagaimana caranya membangun fasilitas kesehatan atau melihat kemungkinan-kemungkinan sumber daya untuk membangun kesehatan. Sekarang ini didirikan berbagai macam rumah sakit, didirikan minimal didirikan klinik pratama," katanya.
Setelah fasilitas kesehatan berdiri, ia tidak perlu mengkhawatirkan keberlangsungannya karena kini, di NU Â telah ada asosiasi Rumah Sakit NU (RSNU) dan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU).
Terkait keberadaan dokter di tubuh NU, ia bersyukur karena kini telah banyak dokter-dokter bermunculan dari NU. Hal itu dikatakannya berbeda jauh dibandingkan 30 tahunan yang lalu. Menurutnya, saat itu di PBNU yang menyandang gelar dokter hanya dua orang: Fahmi D Saifuddin dan dirinya.
"Tapi sekarang Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama itu mengkonsolidasi kurang lebih 300 dokter spesialis. Tapi nanti kita tentu akan menggalang, mengkonsolidasi apoteker, mengkonsolidasi ahli kesehatan masyarakat, bidan, perwat, dan sebagainya. Kita bergerak ke arah sana satu-satu. Jadi saya kira, situasi ini kita akan bermitra di dalam pelayanan kesehatan yang bermutu," terangnya.
Ketiga, kemampuan mobilisasi masyarakat. Sudah mafhum bahwa NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia. Dengan jumlah yang banyak ini, maka program-program kesehatan dapat terwujud.
Keempat, harus terlibat dalam komunikasi perubahan prilaku. Maksudnya adalah, terlibat dalam mengubah perilaku masyarakat agar hidup bersih dan sehat.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Abdullah Alawi
Â
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua