PBNU Kelompok Sultan Berencana Gelar Harlah 1 Abad dan Munas-Konbes NU untuk Tetapkan Waktu Muktamar
NU Online · Rabu, 10 Desember 2025 | 01:30 WIB
Pj Ketum PBNU Kelompok Sultan KH Zulfa Mustofa saat menyampaikan keterangan di hadapan awak media, Selasa (9/12/2025). (Foto: NU Online/Suwitno)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof M Nuh menyampaikan, salah satu hasil Rapat Pleno PBNU Kelompok Sultan adalah berencana menggelar berbagai acara besar, salah satunya adalah Peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU Masehi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, pada 31 Januari 2026 mendatang.
"Ada beberapa tugas kegiatan besar yaitu memperingati 1 Abad Masehi yang akan jatuh pada 31 Januari 2026," katanya saat jumpa pers usai pleno.
Selain itu, PBNU Kelompok Sultan akan merencanakan digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) untuk menetapkan waktu Muktamar Ke-35 NU.
"Mudah-mudahan tidak sampai akhir tahun, karena Rais Aam, Yang Mulia (KH Miftachul Akhyar), tidak pernah menggariskan bahwa Muktamar yang ada di Lampung tahun lalu itu, sebenarnya sudah mundur ke satu tahun karena Covid," katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Ketua Umum (Ketum) PBNU Kelompok Sultan menegaskan bahwa Peringatan Harlah 1 Abad NU Masehi akan digelar secara meriah.
"Kita akan membuat sangat besar di GBK, dan itu menunjukkan Nahdlatul Ulama sudah kembali normal," jelasnya.
Kiai Zulfa mengajak seluruh elemen NU, baik struktur kepengurusan maupun para nahdliyin, untuk kembali bersatu. Ia menyadari bahwa dinamika yang terjadi belakangan ini menimbulkan kesedihan dan ketidakpastian di tengah warga NU.
"Saya juga menyampaikan bahwa saya tidak ingin menjadi bagian dari konflik masa lalu dan sebagainya. Tetapi saya ingin menjadi solusi jam'iyyah ini buat masa depan," tegasnya.
Kiai Zulfa menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah Rapat Pleno Kelompok Sultan serta arahan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dengan penuh integritas.
"Saya akan berjanji, akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri, karena tanfidziyah adalah santri. Saya bukan siapa-siapa, saya adalah santri dari Rais Aam dan juga santri Syuriyah PBNU, tentu juga santri pesantren-pesantren besar yang malam hari ini tidak bisa hadir," terangnya.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua