Perbandingan Kuota dan Antrean Haji Indonesia-Malaysia menurut Menag
NU Online · Senin, 21 Maret 2022 | 07:00 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Jakarta, NU Online
Ibadah haji adalah ibadah yang senantiasa diimpi-impikan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia. Mereka berjuang untuk dapat berangkat ke tanah suci Makkah dan menjalankan kewajiban rukun Islam yang kelima ini.
Namun banyaknya umat Islam yang telah mendaftarkan diri untuk berhaji, saat ini kondisi antrean haji semakin panjang. Terlebih dalam dua tahun ini, ibadah haji tidak melibatkan jamaah dari luar Kerajaan Arab Saudi. Bukan hanya di Indonesia, negera-negara lain di dunia juga mengalami kondisi serupa.
Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas menyebut bahwa jumlah quota Malaysia lebih sedikit dari Indonesia. Namun untuk waktu antrean, warga Malaysia ternyata harus lebih bersabar karena harus menunggu lebih lama.
"Malaysia yang setiap tahun —di masa sebelum pandemi— memberangkatkan 30.000 jamaah haji ke tanah suci, sekarang menghadapi antrian jamaah 141 tahun. Indonesia dengan keberangkatan 210.000 jamaah, antriannya 40 tahun," ungkap Menag, Senin (21/3/2022).
Hal ini diungkapkannya setelah bertemu dengan Menteri Hal Ehwal Ugama Malaysia Datuk Haji Idris Bin Haji Ahmad. Pertemuan keduanya tersebut digelar untuk membangun kolaborasi pelayanan Jamaah Haji. "Tadi kami bersepakat untuk bersama2 mencari solusi terbaik agar jamaah haji bisa terlayani dengan baik. Biidznillah..," tulisnya dalam akun Facebooknya.
Saat ini Menag juga masih berada di Arab Saudi untuk melakukan komunikasi dan koordinasi agar pada tahun ini, jamaah Indonesia bisa ikut serta melaksanakan ibadah haji. Ia berharap ikhtiar dan kondisi pelonggaran-pelonggaran kebijakan pandemi di Arab Saudi menjadi awal dibukanya haji untuk jamaah dari luar negeri.
"Saya melakukan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia, dr Tawfig Al Rabiah. Kami membicarakan kerjasama pelayanan Jamaah Haji di masa-masa yang akan datang," katanya.
"Semoga ikhtiar ini bisa memudahkan jamaah haji Indonesia dalam menjalankan ibadah pada saatnya," imbuhnya.
Sebelumnya, Menag juga mengungkapkan bahwa berbagai peluang terus dilakukan pihaknya seperti menjajaki kemungkinan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terserap habis.
"Kami tengah mempelajari dan akan bertemu dengan Menteri Haji Saudi untuk membahas negara-negara yang tidak memanfaatkan kuota hajinya agar dapat digunakan oleh Indonesia," kata Menag saat menerima audiensi Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Taqafi, di Jakarta, Kamis (10/3/2022).
Menurutnya, pada tahun ini, Menteri Haji Arab Saudi mengungkapkan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan mendapatkan informasi tentang kebijakan apakah haji akan dilaksanakan pada 2022 atau tidak karena pandemi Covid-19.
"Pada waktu itu pak ketua (Komisi VIII DPR RI) jadi saksi, Menteri Haji Saudi mengatakan Indonesia akan menjadi pihak pertama yang akan mendapatkan kabar apakah haji ini dibuka untuk jamaah Indonesia atau tidak. Saya kira ini cukup untuk dijadikan pegangan kita semua," katanya saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI pada pertengahan Januari 2022 lalu.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua