Prabowo Sebut Banyak Pakar Mengejeknya terkait MBG
NU Online · Rabu, 7 Januari 2026 | 15:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025) kemarin. (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Sekretariat Presiden)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan banyak pakar yang mengejeknya mengenai program tersebut karena dinilai tidak akan berhasil. Namun, ia menegaskan akan membuktikan keberhasilannya.
"Saya sangat yakin, walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya, menyinyir, mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil. MBG dinantikan oleh semua rakyat," katanya saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025) kemarin.
"Bahkan sekarang saya repot, saya sedih, kalau saya ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, teriak saya, 'Pak, kapan kami terima MBG?' Dan kita lihat video klip bagaimana kendaraan MBG datang, rakyat menunggu menyambut," sambungnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa di tengah badai mal nutrisi di Indonesia, pihaknya, melalui MBG, berupaya untuk meningkatkan gizi seluruh anak di Indonesia.
"Manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu. Saya tidak paham. Hai orang-orang pintar, hai orang-orang pintar yang ngejek, lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu," jelasnya.
"Saudara-saudara, percaya, kita berada di jalan yang benar. Di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan. Kita berada di jalan yang bersih, yang suci. Kita berada di jalan yang diridai oleh Tuhan Maha Kuasa," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, banyak pakar yang mengkritik MBG mengingat adanya penggunaan makanan Ultra-Processed Food (UPF), keracunan, dan menguras sebagian besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal terakhir itu, misalnya, disampaikan Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji. Ia menyebut bahwa anggaran pendidikan pada 2026 direbut untuk program MBG dengan jumlah Rp223 Triliun dari total Rp769,1 triliun.
Ubaid menyebutkan bahwa total anggaran MBG mencapai Rp335 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 66 persen atau nyaris 70 persen berasal dari anggaran pendidikan, yakni sebesar Rp223 triliun.
“Anggaran pendidikan dijarah. Ke depan situasinya diprediksi makin buruk karena APBN 2026 hanya menyisakan sekitar 14 persen untuk sektor pendidikan akibat terpotong MBG. Padahal, Pasal 31 UUD 1945 mengamanatkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN,” jelasnya dalam acara Refleksi Akhir Tahun: Rapor Pendidikan 2025 Koalisi Masyarakat Sipil JPPI di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
Selebihnya, anggaran MBG bersumber dari sektor kesehatan sebesar Rp24,7 triliun dan sektor ekonomi sebesar Rp19,7 triliun. Artinya, dana MBG paling besar mengambil porsi dari anggaran pendidikan.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua