Kang Said: Walisongo Islam-kan Nusantara Tanpa Kekerasan
NU Online Ā· Jumat, 26 September 2008 | 05:35 WIB
Sembilan ulama terkemuka yang lebih dikenal Walisongo sangat berjasa menyebarkan Islam di Nusantara. Mereka sukses meng-Islam-kan masyarakat Nusantara tanpa menggunakan kekerasan. Bahkan, imperium Majapahit pun takluk olehnya tanpa perang dan aliran darah.
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, dalam ceramahnya pada peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa NU Australia-Selandia Baru di Canberra, Australia, akhir pekan lalu.<>
Mengapa bisa demikian? Menurut Kang Saidābegitu panggilan akrabnyaāhal itu terjadi lantaran Walisongo tidak hanya mendakwahkan Islam pada sisi syariat (hukum agama) dan tauhid (teologis). Mereka juga membangun akhlak atau budi pekerti yang Islami.
āMereka (Walisongo) āmemorakperandakanā imperium (kekuasaan Kerajaan) Majapahit, sehingga hilang dari āpetaā Indonesia, tanpa perang, tanpa ada bom meledak, tanpa golok, tanpa kekerasan. Melainkan melalui akhlakul karimah,ā jelasnya.
Ia menambahkan, muslim di Nusantara mengerti dan memahami Islam sekaligus menjadi umat yang beradab, jelas atas jasa para Walisongo. ā(Walisongo) dikritik, misalnya, karena dinilai dakwahnya belum tuntas, silakan. Tapi, jangan lupakan jasanya,ā pungkasnya.
Namun, lanjut dia, kondisi masa lalu berbeda dengan sekarang. Dakwah saat ini justru lebih banyak menampilkan Islam sebagai agama kekerasan. Islam yang sejatinya merupakan berkah bagi seluruh alam itu kini menjadi agama yang tampak āmengerikanā.
Kang Said mencontohkan perilaku sebagian pendakwah di negeri ini yang cenderung mengajarkan kekerasan. āSaya pernah salat Jumat di masjid di sebuah hotel di Jakarta. Khotibnya seorang insinyur. Saya kira khotbahnya tentang teknologi. Ternyata yang diceritakan siksa neraka. Tiap orang berdosa disediakan api, kalajengking, ular, dan sebagainya,ā urainya.
āLalu, saya tanya pada jamaah di sebelah saya. Sampean (Anda) takut sama Allah? Dia bilang, āSaya justru takut sama khotibnya, ngeriā,ā ujar Kang Said yang juga alumnus Universitas Ummul Qurraā, Mekah, Arab Saudi, itu.
Tak hanya itu. Perilaku sebagian umat Islam di Indonesia juga kerap bertindak kekerasan dengan menggunakan simbol-simbol agama. Mereka seringkali berbuat anarkis atas dasar ajaran agama. āTeriak Allahu Akbar sambil mengacungkan golok,ā tandasnya. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua