Nasional

Kaleidoskop 2025: Kontribusi PBNU sebagai Penggerak Pembangunan di Akar Rumput

NU Online  ·  Rabu, 31 Desember 2025 | 15:15 WIB

Kaleidoskop 2025: Kontribusi PBNU sebagai Penggerak Pembangunan di Akar Rumput

Ilustrasi Gedung PBNU. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Nahdlatul Ulama (NU) secara historis telah memantapkan perannya sebagai pilar penyangga stabilitas nasional dan mitra strategis bagi setiap kepemimpinan negara.


Ketika memasuki tahun 2025, komitmen ini bertransformasi menjadi kolaborasi yang lebih mendalam seiring dengan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.


Delapan misi utama yang dikenal sebagai Asta Cita menjadi kerangka kerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berperan bukan sekadar sebagai pendukung moral, melainkan berkontribusi sebagai salah satu aktor penggerak pembangunan di tingkat akar rumput.


Sinergi antara PBNU dan pemerintah sepanjang 2025 ditandai dengan integrasi infrastruktur sosial organisasi, khususnya jaringan pesantren dan jutaan warga Nahdliyin, ke dalam program-program prioritas nasional.


Fokus kolaborasi ini mencakup sektor-sektor krusial seperti penguatan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan mandiri, penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui Gerakan Keluarga Maslahat, hingga peran vital NU sebagai stabilisator keamanan dan perdamaian di tengah dinamika sosial-politik maupun peran aktif dalam situasi darurat bencana.


Januari 2025
Komitmen Asta Cita dalam Harlah Ke-102 NU

Januari menjadi bulan konsolidasi ideologis bagi PBNU. Dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-102 NU pada 16 Januari, PBNU secara resmi menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program kerja pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita.


Fokus utama pada bulan ini adalah penyelarasan visi organisasi dengan agenda pemerintah untuk membangun Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045. PBNU mulai menginstruksikan seluruh jajaran kepengurusannya untuk aktif mengawal program pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput agar sejalan dengan arah pembangunan nasional.


Februari 2025
Kunjungan ke Istana dan Sarasehan Ulama

Pada 3 Februari 2025, jajaran pimpinan puncak PBNU, termasuk Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Gus Yahya Cholil Staquf, melakukan kunjungan resmi ke Istana Merdeka.


Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran NU dalam menyelamatkan kekayaan alam Indonesia untuk membantu rakyat kecil.


Lalu pada 4 Februari, PBNU menyelenggarakan Sarasehan Ulama yang membedah Asta Cita dari perspektif hukum Islam. Diskusi dalam pertemuan ini fokus pada Asta Cita poin 1 (Ideologi dan HAM), poin 2 (Ketahanan Pangan dan Energi, dan poin 7 (Reformasi Hukum dan Pemberantasan Korupsi).

 

Selanjutnya PBNU juga menandatangani nota kesepahaman bersama Badan Gizi Nasional tentang partisipasi NU dalam program MBG sebanyak 1000 SPPG.


Maret 2025
Harmonisasi Ramadhan dan Toleransi

Maret 2025 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, menjadi momentum PBNU dalam menjaga kohesi sosial. PBNU berperan aktif dalam menciptakan suasana kondusif meskipun terdapat potensi perbedaan awal puasa. Sinergi dengan pemerintah diarahkan pada penguatan toleransi antarumat beragama. PBNU menekankan bahwa perbedaan keyakinan adalah bagian dari kekayaan demokrasi Indonesia yang harus dijaga demi stabilitas nasional.


April 2025
Akselerasi GKMNU

Setelah Idul Fitri, PBNU memfokuskan energi organisasi pada Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU). Program ini menjadi instrumen utama sinergi PBNU dengan berbagai kementerian untuk meningkatkan kesejahteraan umat secara menyeluruh.


GKMNU bergerak di tingkat desa untuk memberikan edukasi kesehatan, pencegahan stunting, dan penguatan ekonomi keluarga. Inisiatif ini didukung penuh oleh Presiden Prabowo sebagai model pembangunan SDM yang efektif dari tingkat bawah.

 

Mei 2025
Dukungan Solusi Dua Negara

Pada akhir Mei 2025, PBNU memberikan kontribusi dalam ranah diplomasi luar negeri dengan mendukung sikap tegas Presiden Prabowo terkait konflik Palestina-Israel.


Gus Yahya menyatakan bahwa kebijakan pemerintah RI yang konsisten mendorong solusi dua negara (two-state solution) sangat tepat dan perlu didukung melalui penggalangan konsolidasi internasional. Kontribusi PBNU dalam memberikan legitimasi moral terhadap politik luar negeri pemerintah memperkuat posisi Indonesia di forum multilateral.


Juni 2025
Mandat 1.000 Titik Dapur MBG

Juni menjadi bulan krusial dengan keterlibatan langsung PBNU dalam program prioritas pemerintah. Dalam pertemuan di Istana pada 24 Juni 2025, PBNU secara resmi akan dilibatkan dalam pengelolaan 1.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. PBNU mendapatkan target dari BGN untuk mengakselerasi pengembangan dapur umum di lingkungan pesantren dan basis massa NU.


Juli 2025

Implementasi MBG dan Sinergi Ketahanan Pangan

 

Memasuki Juli 2025, PBNU mulai meresmikan operasional dapur MBG di berbagai titik, salah satunya di wilayah Cirebon. Selain itu, PBNU memperkuat kerja sama dengan lembaga pemerintah untuk mendorong pesantren menjadi pusat agropreneur. Melalui pendidikan kejuruan pangan di pesantren, santri didorong untuk menguasai teknologi pertanian guna mendukung swasembada pangan yang ditargetkan Presiden Prabowo dalam lima tahun ke depan.


Agustus 2025
Peran Stabilisator Krisis

Akhir Agustus 2025 ditandai dengan eskalasi demonstrasi dan kerusuhan di Jakarta. PBNU bertindak sebagai kekuatan penenang dan penyeimbang.


Ketua Umum PBNU Gus Yahya Staquf bersama 16 pimpinan Ormas Islam bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tinggi negara di Hambalang, pada 30 Agustus 2025. Pertemuan ini digelar untuk mengonsolidasikan stabilitas sosial-politik nasional pasca-kerusuhan.


PBNU mengeluarkan Surat Instruksi yang berisi pentingnya meneguhkan kepercayaan dan loyalitas kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud komitmen kebangsaan NU. Selain itu seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang diminta berperan aktif menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


September 2025
Capaian Program Sosial LAZISNU

PBNU menerima laporan keberhasilan program kolaborasi antara LAZISNU PBNU dengan sektor swasta dan kementerian terkait. Program "Sedekah Peduli Kemanusiaan" LAZISNU PBNU berhasil menyalurkan lebih dari Rp3,5 miliar untuk renovasi ruang belajar di pesantren, pengadaan ambulans, dan bantuan modal bagi UMKM perempuan. Sinergi ini dilanjutkan dengan peluncuran program "Keluarga Unggul" yang menyasar tujuh provinsi untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat.


Oktober 2025Penguatan
Hari Santri dan Penguatan Peradaban Mulia

Puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2025 PBNU dilakukan di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, dan disambung dengan kegiatan Istighotsah Bersama Dzurriyah Muassis NU.


Dengan tema Santri untuk Peradaban Mulia, PBNU mengajak kalangan santri untuk berperan serta menyukseskan Asta Cita demi menyongsong Indonesia Maju. Pada momen ini, PBNU menegaskan bahwa pesantren merupakan pilar utama pertahanan ideologi Pancasila dan ketahanan kebangsaan.


November 2025
Penguatan SDM melalui Beasiswa

PBNU meluncurkan beasiswa NU Scholarship 2025 secara resmi pada 17 November 2025 di Jakarta, hasil kerja sama PBNU dan BAZNAS RI, menawarkan program pendidikan untuk kader NU dan masyarakat berprestasi.


Program mencakup pengembangan akademik (S2-S3 ke luar negeri) dan peningkatan keahlian (seperti bahasa dan beasiswa ke Maroko), dengan pendaftaran untuk beberapa program (seperti aktivis NU) dibuka hingga Desember 2025


Desember 2025
Solidaritas untuk Korban Bencana di Sumatra

PBNU memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penanggulangan bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kontribusi tersebut dilakukan melalui pengerahan relawan, bantuan logistik, hingga sinergi strategis dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pascabencana.


Mobilisasi Relawan dan Logistik

PBNU mengerahkan seluruh elemen lembaga dan badan otonom (banom) untuk turun langsung ke daerah terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan logistik serta tim relawan yang memberikan layanan trauma healing bagi warga.


Dukungan Finansial

PBNU memobilisasi dana bantuan dalam jumlah besar melalui berbagai unitnya, antara lain bantuan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sebesar Rp2,1 miliar, LAZISNU sebesar Rp2,5 miliar, dan GP Ansor sebesar Rp3,5 miliar


Ketum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya koordinasi dengan badan unit pemerintah seperti BNPB agar penanganan tidak tumpang tindih. PBNU juga aktif mengapresiasi dan mendukung progres nyata pemerintah di lapangan, seperti perbaikan infrastruktur jembatan yang putus di Pidie Jaya.


Progres pengelolaan dapur MBG

Program SPPG atau dapur MBG yang dikelola NU menunjukkan progres yang baik dan terstruktur. Berdasarkan data hingga Desember 2025, terdapat 999 pendaftar yang menyatakan minat dan telah mengisi formulir. Mereka tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.


Sebanyak 381 unit masih menunggu proses di Portal BGN akibat moratorium pendaftaran, sedangkan 287 unit berhasil masuk dan diproses di sistem, dengan 69 unit dinyatakan belum memenuhi kriteria. Selanjutnya, 253 SPPG telah memasuki tahap persiapan operasional, menandai proses transisi dari kelengkapan administratif menuju kesiapan pelaksanaan di lapangan.


Pada tahap implementasi, 78 SPPG telah beroperasi aktif dan setiap SPPG rata-rata melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, yang mayoritas berasal dari kalangan santri.


Capaian ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya berhasil mengonsolidasikan minat dan partisipasi lembaga di akar rumput, tetapi juga mampu mengantarkan program hingga benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata. Secara keseluruhan, progres ini mencerminkan peran NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program SPPG terlaksana secara terukur, bertahap, dan berkelanjutan.


Pada akhir Desember 2025, PBNU meresmikan 69 SPPG Tahap III yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Hasani, Batang, Jawa Tengah, sekaligus menyerahkan 150 ribu paket MBG kepada santri.


Perjalanan sepanjang 2025 menegaskan bahwa sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah telah bergeser dari sekadar dukungan moral menjadi kolaborasi operasional yang sangat nyata.


Melalui berbagai program strategis seperti pengelolaan MBG di lingkungan pesantren, penguatan Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU), hingga peran aktif sebagai stabilisator ketahanan nasional saat terjadi krisis sosial, PBNU membuktikan kapasitasnya sebagai mitra strategis utama dalam mengakselerasi visi Asta Cita.


Integrasi infrastruktur organisasi dengan agenda nasional ini bukan hanya mempercepat capaian target pembangunan manusia dan kedaulatan pangan, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan pemerintah memiliki legitimasi sosial yang kuat di tingkat akar rumput.


PBNU terus mengawal proses transformasi bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Meskipun diwarnai berbagai bencana di berbagai daerah pada penghujung tahun. PBNU melalui aksi kemanusiaannya terus menunjukkan bahwa kemaslahatan umat tetap menjadi kompas tertinggi bagi Nahdlatul Ulama.


Dengan fondasi sinergi yang telah kokoh terbangun sepanjang tahun ini, kolaborasi antara ulama dan umara diharapkan terus berlanjut sebagai pilar stabilitas nasional yang menjamin keadilan, kemandirian, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.


Ujian soliditas organisasi

Penghujung tahun 2025 ini menjadi batu uji bagi soliditas organisasi akibat persoalan internal. Meskipun terjadi ketegangan, berkat bimbingan dan dorongan para kiai sepuh pimpinan PBNU telah berhasil menempuh jalan islah (rekonsiliasi) demi menjaga marwah organisasi dan memastikan dukungan terhadap program strategis nasional tidak terganggu.


Hal ini tentu saja menciptakan optimisme yang tinggi bahwa sinergi NU dan pemerintah di tahun 2026 akan semakin baik dalam memastikan kebijakan dan agenda pembangunan pemerintah sampai ke struktur masyarakat paling bawah.

 
PBNU siap menyambut tahun 2026 dengan optimisme dan semangat kolaborasi yang lebih kuat untuk mewujudkan cita-cita kolektif bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang