Tolak Aneksasi Israel, Kiai Said Tegaskan PBNU Terus Bersama Palestina
NU Online · Kamis, 25 Juni 2020 | 04:25 WIB
Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun di Kantor PBNU belum lama ini. (Foto: NU Online/ Abdul Rahman Ahdori)
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
Jakarta, NU Online
Rencana aneksasi atau perampasan wilayah secara paksa oleh Israel terhadap batas wilayah Palestina membuat warga Palestina semakin khawatir akses mereka yang terbatas ke Laut Mati dan pantainya yang kaya akan mineral akan terputus. Persoalan tersebut semakin memperluas ketegangan antara Israel dan Pelastina yang sudah terjadi sejak ratusan tahun silam.
Menyikapi rencana aneksasi tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan, umat Islam di Indonesia terutama nahdliyin selalu mendukung sikap Palestina melawan serangan Israel yang kerap dilakukan. Apalagi menyangkut batas wilayah yang sudah menjadi hak masyarakat Palestina.
“PBNU selalu bersikap tidak berubah mengutuk yang namanya penyerobotan tanah walau satu jengkal, apalagi sampai satu wilayah,” kata Kiai Said Aqil usai menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun di Kantor PBNU belum lama ini.
Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah ini menjelaskan, wilayah Laut Mati di Tepi Barat Palestina adalah hak masyarakatnya. Karena itu dalam masalah tersebut Palestina sudah tepat memperjuangkan hak-haknya.
“Dari dulu, sekarang dan seterusnya kami selalu bersama rakyat Palestina. Hati kita selalu bersama Palestina. Ashabul haq, yang memiliki kebenaran adalah Palestina,” tuturnya.
Kiai Said menambahkan, Israel justru tiba-tiba memancing persoalan dengan menyerobot tanah air Palestina. Kiai Said menegaskan doa dari masyarakat Indonesia untuk Palestina selalu mengalir, mudah-mudahan ada jalan agar persoalan antara Palestina dan Israel tersebut segera berakhir.
“Palestina sudah membuka diri untuk berdamai tapi sampai sekarang perdamaian itu hanya omong-kosong,” katanya.
Dukungan PBNU kepada Palestina tersebut tidak hanya dilakukan tahun ini saja, beberapa tahun ke belakang pun selalu digelorakan bahkan sejak tahun 1938 M. PBNU memiliki sikap, kepedulian, dan juga komitmen yang tidak pernah berubah terhadap perjuangan kedaulatan Palestina.
Pada tahun 1938 tersebut Nahdlatul Ulama secara lantang memprotes tindakan Israel serta menggalang solidaritas untuk membela Palestina. Tepatnya dilakukan pada 12-15/13 Rabiul Tsani 1357 H pada Muktamar NU ke-13 di Menes, Pandeglang, Banten.
KH Abdul Wahab Chasbullah secara resmi menyampaikan sikap NU atas penderitaan Palestina dengan mengatakan, "Pertolongan-pertolongan yang telah diberikan oleh beberapa komite di tanah Indonesia ini berhubung dengan masalah Palestina, tidaklah begitu memuaskan adanya.
Kemudian guna dapat mencukupi akan adanya beberapa keperluan yang tak mungkin tentu menjadi syarat yang akan dipakai untuk turut menyatakan merasakan duka cita, sebagai perhatian dari pihak umat Islam di Nusantara.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua