Pustaka

Kumpulan Hadits tentang Balasan untuk Orang yang Berbuat Baik dan Dosa

Selasa, 1 April 2025 | 07:00 WIB

Kumpulan Hadits tentang Balasan untuk Orang yang Berbuat Baik dan Dosa

Cover kitab Arba’una Haditsan. (Foto: NU Online)

Sudah masyhur di kalangan para pengkaji ilmu bahwa banyak kitab yang berisi empat puluh hadits atau lazim disebut kitab arba’in (al-arba’iniyyat) yang disusun oleh para ulama dengan metode tematik. Salah satu dari kitab tersebut adalah kitab Arba’in Nawawi karya Imam Nawawi yang menghimpun 42 hadits tentang ushuludin atau fondasi agama.

 

Tradisi penyusunan kitab seperti ini memang sudah mengakar kuat di kalangan ulama. Tidak hanya Imam Nawawi, banyak ulama terdahulu yang juga menghimpun permasalahan-permasalahan agama dalam bentuk rangkuman serupa. Bahkan, saking banyaknya kitab al-arba’iniyyat yang pernah disusun, hingga kini tidak diketahui secara pasti ulama pertama yang mengarang kitab dengan metode ini.

 

Salah satu karya yang juga mengikuti ‘trend’ ini adalah kitab Arba’una Haditsan min Abwabi Syatta fit Targhib wat Tarhib karya Syekh Hasan Al-Masyath. Kitab ini memuat kumpulan hadits dengan tema pokok tentang targhib wa tarhib atau janji tentang kenikmatan di akhirat dan ancaman akibat perbuatan dosa.

 

Syekh Hasan Muhammad Al-Masyath adalah seorang ulama besar kelahiran Makkah, 3 Syawal 1317 H. Beliau dijuluki sebagai Syaikhul Ulama (guru para ulama). Sebagaimana julukannya, Syaikhul Ulama, beliau berhasil mencetak ulama-ulama besar, baik dari dalam maupun luar negeri. Beliau wafat pada Rabu, 7 Syawwal 1399 H.

 

Di antara murid beliau adalah Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki (ulama pakar hadis yang fatwa-fatwanya banyak menjadi rujukan), Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid (salah satu ulama asal Indonesia dari Lombok Timur, pendiri Nahdlatul Wathan, dan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan), Syekh Yasin bin Isa Al-Fadani (ulama Indonesia yang dijuluki Musnidul ‘Ashri atau pemegang sanad keilmuan pada masanya.

 

Latar Belakang Penulisan

Dalam mukadimah kitab ini, Syekh Hasan mengatakan bahwa penulisan kitab Arba’una Haditsan ini tidak serta merta berdasarkan kreatifitas belaka. Akan tetapi, adalah sebuah harapan beliau demi masuk pada golongan yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya:

 

من حفظ على أمتي أربعين حديثا من أمر دينها بعثه الله يوم القيامة في زمرة الفقهاء و العلماء

 

Artinya: “Barangsiapa di antara umatku, yang hafal empat puluh hadits mengenai urusan agamanya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan membangkitkannya termasuk ke dalam golongan ahli fikih dan ahli ilmu.” (hlm. 2)

 

Isi Kitab 

Kitab karya Syekh Hasan Al-Masyath ini secara garis besar memaparkan pembahasan tentang kumpulan empat puluh hadits Nabi Muhammad saw dari beberapa bab yang berbeda dengan tema pokok tentang targhib wa tarhib atau janji tentang kenikmatan di akhirat dan ancaman akibat perbuatan dosa.

 

Adapun paparan yang akan pembaca temukan dalam kitab ini beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

 
  1. Hadits tentang pahala ikhlas beramal
  2. Hadits tentang ancaman sifat riya
  3. Hadits tentang pahala berbakti kepada orang tua
  4. Hadits tentang ancaman durhaka kepada orang tua
  5. Hadits tentang pahala silaturahim
  6. Hadits tentang ancaman memutus silaturahim
  7. Hadits tentang pahala berwasiat kepada tetangga
  8. Hadits tentang ancaman menyakiti tetangga
  9. Hadits tentang pahala bersikap malu
  10. Hadits tentang ancaman berbudi pekerti jelek
 

Hadits Ancaman Durhaka pada Orang Tua

Dalam kitabnya ini, Syekh Hasan Masyath memaparkan hadits yang menjelaskan tentang ancaman yang akan diterima oleh orang-orang yang durhaka terhadap orang tua. Berikut adalah bunyi teks haditsnya,

 

وَعَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه عَنْ النبي صلى الله عليه و سلم قَالَ: إنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيكُمْ عُقُوقَ الوالدين والْأُمَّهَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَة السُّؤال وإضاعَة المَاليْلَ وَقَالَ وَكَثْرَة السُّؤال وإضاعَة المَال

 

Artinya: “Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra. dari Nabi Muhammad saw. bersabda: Sesungguhnya Allah swt. mengharamkan atas kalian durhaka kepada para ibu, mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup, hanya sekedar bisa menuntut hak, sementara tidak menunaikan hak orang lain (banyak menuntut sesuatu yang tidak pantas dituntutnya), mengatakan “katanya dan katanya” (banyak menukil perkataan manusia), terlalu banyak bertanya (meminta), dan membuang-buang (menyia-nyiakan) harta.” (HR. Bukhari)

 

Syekh Hasan kemudian memberikan keterangan mengenai maksud dari hadits di atas. Menurut beliau yang dimaksud dari frasa عُقُوقَ (‘uqûq) adalah menyakiti dan durhaka terhadap orang tua. Frasa ini adalah kebalikan dari, البر (al-birr) atau berbakti kepada orang tua.

 

Lebih jauh, beliau juga mengatakan, mengenai alasan mengapa yang disebutkan dalam hadits tersebut adalah frasa, الْأُمَّهَاتِ (al-ummahâti) atau para ibu, meskipun sebenarnya yang dimaksud dari hadits juga memasukkan bapak. Hal tersebut menurut beliau karena durhaka terhadap ibu dipandang lebih keji dan buruk. (hal. 5)

 

Kelebihan Kitab 

Salah satu kelebihan kitab ini terletak pada kepiawaian penulisnya dalam menyajikan paparan pembahasan mengenai kumpulan empat puluh hadits Nabi Muhammad saw dari beberapa bab yang berbeda dengan tema pokok tentang targhib wa tarhib (janji tentang kenikmatan di akhirat dan ancaman akibat perbuatan dosa).

 

Kepiawaian penulis dalam memberikan footnote (catatan kaki) dan keterangan tambahan terhadap hadits-hadits yang dipaparkan juga menjadi suatu kelebihan tersendiri, yang akan menjadikan semakin lengkap ‘samudra’ ilmu yang ada dalam kitab ini.

 

Identitas Kitab

Judul: Arba’una Haditsan min Abwabi Syatta fit Targhib wat Tarhib
Penulis: Syekh Hasan Muhammad Al-Masyath Al-Makki (w. 1399 H)
Penerbit: Darul ‘Alawi
Tebal: 32 halaman

 

Muhammad Ryan Romadhon, Alumni Ma’had Aly Al-Iman, Bulus, Purworejo, Jawa Tengah.