Internasional

Taman Stasiun Pingtung Taiwan, Tempat yang Nyaman untuk Kajian Pekerja Migran

Senin, 31 Maret 2025 | 20:15 WIB

Taman Stasiun Pingtung Taiwan, Tempat yang Nyaman untuk Kajian Pekerja Migran

Kegiatan kajian di taman Stasiun Pingtung Taiwan pada Rabu (26/3/2025). (Foto: dok Nurwahid)

Pingtung, NU Online
Di tengah-tengah kesibukan kehidupan modern, sekelompok masyarakat Muslim di Pingtung, Taiwan menemukan cara unik untuk tetap menjaga spiritualitas mereka. Mereka tetap melaksanakan ibadah dengan penuh kekhusyukan dan tetap semangat mengaji walau pekerjaan tiada henti. 


Salah satu hal unik yang terkenang bagi saya adalah saat diminta mengisi kajian bakda Tarawih di taman Stasiun Pingtung, Taiwan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan yang hangat di tengah komunitas diaspora.


Dengan beralaskan tikar dan sambil menyerutup kopi hangat, para pekerja di Taiwan yang juga jadi aktivis dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan Ranting Pingtung mendengarkan kajian kitab Wasiatul Musthofa yang saya sampaikan.


"Kami ingin menjadikan Islam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tanpa harus selalu berada di dalam masjid. Mengaji di taman membuat kami merasa lebih santai dan dekat dengan alam," ujar Ustadz Makmuri, Ketua PCINU Taiwan Ranting Pingtung saat menyambut kedatangan saya pada Rabu (26/3/2025) malam itu. 


Saat itu secara spesifik materi yang saya ampaikan adalah tentang malu kepada Allah atas nikmat yang kita terima dan bagaimana seharusnya kita bersyukur. "Banyak orang yang mampu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh manusia tapi lupa akan nikmat yang Allah berikan kepada kita," saya mengingatkan. 

 

Aktivitas kajian kami ada di sela-sela sela kegiatan warga Taiwan yang sedang asyik menikmati keindahan taman. Tampaknya kegiatan kami menjadi sorotan warga lokal yang ada di sana. Beberapa dari mereka berhenti sejenak untuk mengamati, dan ada juga dari pekerja migran yang menanyakan kegiatan tersebut. 


"Kegiatan ini sebenarnya sudah kami angan-angankan sejak dahulu, tapi baru kesampaian hari ini. Kebetulan ustadz yang datang di tempat kami adalah ustad muda maka kami tidak sungkan untuk mencoba hal baru ini," kata Ustadz Muri. 


"Taman ini sering menjadi tempat perkumpulan pengurus PCINU Pingtung sebelum mendapatkan tempat untuk dijadikan sekretariat, seperti istighosah, rapat dan ngobrol santai," ujar Ustadz Muhamad Akhiyar, Sekretaris NU Pingtung.


Malam itu, kegiatan kajian kitab berjalan lancar. Cuaca tenang dengan diiringi angin sepoi-sepoi. Acara kajian selesai sekitar pukul. 23.00 waktu Taiwan.


Kami lalu meneruskan dengan mengobrol santai dengan bercerita sejarah berdirinya PCINU Taiwan Ranting Pingtung. PCINU Ranting Pingtung didirikan pada 20 Desember 2023. Dengan berbagai tantangan akhirnya bisa berdiri dan mendapatkan kantor di dekat stasiun.

 

"Sebelum mendapatkan kantor sekretariat kami istighosah di taman untuk mencari petunjuk bersama, dan akhirnya mendapatkan kantor yang tempatnya setrategis," ujar Ketua NU Pingtung tersebut. 


Para Pengurus NU tersebut berharap kegiatan ke NU-an di Pingtung ini bisa terus istiqamah dan kegiatan seperti pengajian di taman ini menjadi inspirasi bagi komunitas Muslim lainnya di luar negeri. Dengan cara yang sederhana, mereka berhasil membangun suasana yang harmonis, sekaligus memperkenalkan Islam dengan cara yang lebih inklusif dan ramah.
 

Nurwahid Pardi – Dai Internasional LD PBNU 2025 dengan penugasan di Taiwan. Program ini didukung NU Care-LAZISNU.