Santri Jadi Pasukan Semut, Bersihkan Lapangan Tambakberas Usai Apel Akbar Hari Santri 2025
NU Online · Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:15 WIB
Patoni
Penulis
Jombang, NU Online
Ribuan santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tampak sigap bergerak setelah apel akbar Hari Santri 2025 usai, Rabu (22/10/2025). Mereka membentuk barisan kecil layaknya “pasukan semut”, memunguti sampah dan membersihkan area lapangan Tambakberas yang menjadi lokasi utama apel.
Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bagian dari semangat santri untuk menjaga kebersihan dan meneladani nilai-nilai kemandirian serta kepedulian sosial yang diajarkan para kiai. Para santri tampak membawa kantong sampah, sapu, dan peralatan sederhana lainnya, membersihkan sisa-sisa perayaan yang dihadiri lebih dari 13.000 peserta.
“Kita ingin menunjukkan bahwa santri tidak hanya semangat dalam beribadah dan berjuang, tapi juga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ini bagian dari bentuk khidmah kami setelah kegiatan besar,” ujar Muhammad Masruri, panitia pelaksana apel akbar.
Masruri menambahkan, kegiatan bersih-bersih ini sudah direncanakan sejak awal rangkaian Hari Santri. “Kami menyiapkan tim dari masing-masing lembaga di lingkungan Bahrul Ulum, dibantu oleh personel Banser Tanggap Bencana (Bagana) untuk memastikan lapangan kembali bersih dan rapi setelah acara,” ungkapnya.
Masruri menyampaikan apresiasi terhadap para santri yang dengan sukarela terlibat dalam kegiatan tersebut. “Inilah wajah sejati santri—selalu siap berkhidmah di mana pun dibutuhkan. Semangat gotong royong ini adalah warisan pesantren yang perlu terus dijaga,” tuturnya.
Salah satu santri Tambakberas, Muhammad Ubaidillah Komar menuturkan, mengikuti apel akbar Hari Santri merupakan pengalaman menarik, meskipun harus panas-panasan menghadapi terik matahari langsung di lapangan.
Santri Mualimin Tambakberas kelas 1 Tsanawiyah itu dengan senang hati menjadi salah satu pasukan semut sebagai wujud kepedulian santri terhadap kebersihan lingkungan.
Selain di lapangan utama, kegiatan bersih-bersih juga dilakukan di area sekitar panggung, jalan menuju pesantren, dan tempat parkir. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan sebagian dikirim ke tempat pengolahan sampah pesantren.
Dengan gerakan pasukan semut ini, suasana lapangan yang sebelumnya ramai oleh ribuan peserta kembali bersih dan tertata. Aksi para santri menjadi simbol bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya dimaknai dengan upacara dan doa bersama, tetapi juga dengan tindakan nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua