Rimba Yang Gelap
Upaya pencari keadilan dan penegakan hukum serta kebenaran benar-benar mengalami jalan buntu, bahkan memasuki masa gelap. Bagaimana sebuah lembaga tinggi negara seperti Mahkamah Agung menganulir keputusan Pengadilan Negeri yang telah menjatuhi hukuman pada terpidana korupsi Akabar Tanjung. Padahal rakyat tahu betul bahwa keputusan Pengadilan Tinggi itu tepat, sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Tetapi sayang keputusan yang melegakan pencari keadilan itu justru dinafikan oleh Mahkamah Agung yang mestinya menjadi benteng terakhir keadilan.
Tetapi semua drama itu sebenarnya telah diketahui skenarionya, yaitu skenario Orde Baru, bagaimana scenario pengadilannya dan scenario pembebasannya, semua sesuai dengan plot yang dudah dibuat, seolah ada ketegangan, tetapi semuanya hanya semacam melodrama. Jangankan pejabat orde baru sepenting Akbar, para koruptor kakap dan hitam pun pada mendapatkan pengampunan.
Jumat, 13 Februari 2004 | 13:01 WIB